Opini  

Aktualisasi Nilai Pancasila pada Gen-Z di Era Globalisasi

Rafika Fajrin

Oleh: Rafika Fajrin
Jurusan Kebidanan, Poltekkes Kemenkes Semarang

NILAI adalah sesuatu yang berguna, berharga, dan baik bagi kehidupan manusia. Sementara, aktualisasi merupakan suatu bentuk kegiatan melakukan realisasi antara pemahaman akan nilai dan norma dengan tindakan dan perbuatan yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam aktualisasi Pancasila, penjabaran nilainya dijumpai dalam bentuk norma hukum kenegaraan dan norma-norma moral. Aktualisasi Pancasila dibedakan menjadi dua macam. Pertama, aktualisasi Pancasila subjektif, yaitu aktualisasi Pancasila dalam setiap individu, terutama dalam aspek moral kaitannya dengan hidup bermasyarakat dan bernegara. Kedua, aktualisasi Pancasila objektif, yaitu aktualisasi Pancasila di berbagai bidang kehidupan yang meliputi kelembagaan negara seperti legislatif, eksekutif, maupun yudikatif.

Modernisasi globalisasi telah membawa perubahan sosial dan budaya yang sangat cepat dan telah menyentuh perubahan sistem nilai. Sehingga memengaruhi masalah sosial-budaya. Perubahan sosial budaya yang diakibatkan oleh revolusi dari globalisasi telah membawa masyarakat dalam menghadapi perubahan tersebut.

Baca juga:  Kemasan Saset: Masalah Lingkungan yang Tersembunyi di Balik Kenyamanan

Sebagai bagian dari warga masyarakat dunia, warga negara Indonesia harus memiliki karakteristik nilai-nilai Pancasila. Sebab, warga negara adalah cerminan karakteristik suatu negara dan memberikan kekhasan yang dapat membedakan karakteristik masyarakat Indonesia dengan masyarakat dunia lainnya.

Aktualisasi Nilai Pancasila pada Gen-Z di Era Globalisasi

Gen-z merupakan generasi muda yang tidak pernah terlewat dari teknologi. Generasi ini lahir sekitar tahun 1997-2005. Generasi ini harus ditanamkan lebih banyak nilai-nilai Pancasila karena generasi ini dapat dikatakan berkembang bersama teknologi.

Aktualisasi nilai-nilai Pancasila bagi gen-z sangat penting dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan. Karena generasi ini menjadi subjek yang paling rentan terhadap pengaruh negatif dari berbagai paham ideologi.

Selain itu, gen-z sudah sangat akrab dengan perkembangan iptek. Oleh karena itu, diperlukan suatu filtrasi bagi generasi muda agar dapat menyikapi secara bijaksana pengaruh dari globalisasi dengan paham ideologi yang menyertainya. Salah satunya melalui pendidikan karakter dalam rangka mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila.

Baca juga:  Kemasan Saset: Masalah Lingkungan yang Tersembunyi di Balik Kenyamanan

Gen-z ini sangat dikenal dengan generasi yang serba digital dan instan, generasi yang lebih menghabiskan kehidupan sosialnya di dunia maya, bahkan gen-z ini belajar hal apa pun melalui media sosial. Namun dibalik semua itu, gen-z juga dikenal sebagai generasi yang kreatif dan inovatif. Tidak sedikit dari gen-z untuk melakukan hal kreatif setiap harinya, kreativitas yang dibentuk oleh keaktifan gen-z di komunitas dan media sosial. Hal ini relevan dengan sejumlah penelitian yang menyatakan gen-z merupakan generasi digital karena lahir di era perkembangan digital.

Perkembangan teknologi dan informasi ini sering kali salah sasaran dan salah ditanggapi dengan hadirnya beberapa berita generasi muda, bahkan mahasiswa terjerat dalam golongan radikal yang sudah amat jelas bertentangan dengan paham Pancasila. Untuk itu, upaya pengaktualisasian nilai Pancasila ini dapat dilakukan dengan cara sosialisasi di sekolah, kampus, ataupun di masyarakat. Kemudian, dengan pemberian materi pembelajaran ataupun perkuliahan mengenai Pancasila.

Baca juga:  Kemasan Saset: Masalah Lingkungan yang Tersembunyi di Balik Kenyamanan

Metode indokrinasi sudah tidak efektif dilakukan terlebih kepada generasi muda karena metode ini membatasi para generasi muda dalam mencari informasi. Metode indokrinasi juga sudah tidak relevan dengan pola pikir generasi muda. Maka dari itu, pemerintah perlu melakukan strategi khusus dalam mengembangkan daya tarik dan minat generasi muda ini dengan memanfaatkan teknologi informasi.

Penggunaan teknologi informasi tersebut bisa dijembatani oleh para tokoh berpengaruh dikalangan muda mudi atau yang biasa disebut dengan influencer media sosial dalam pengenalan nilai-nilai Pancasila yang disampaikan dengan metode yang sesuai dan tidak terkesan menggurui.

Cara efektif lain adalah dengan berbincang dan mendengarkan lebih banyak kehendak pemuda mengenai nilai Pancasila. Cara tersebut merupakan bentuk strategi yang mumpuni dalam upaya pengaktualisasian nilai Pancasila dikalangan generasi muda. (*)