Pemkab Rembang Upayakan Bantuan Embung Dilahan Pertanian

CEK: Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dintanpan) Rembang sedang pantau embung di Kecamatan Pancur, beberapa waktu lalu. (DYAH NURMAYA SARI/JOGLO JATENG)

REMBANG, Joglo Jateng – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kabupaten Rembang melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dintanpan) mengupayakan usulan bantuan embung bagi lahan pertanian. Bantuan ini disesuaikan dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2024.

Rencananya, bantuan yang akan diberikan tahun ini sebanyak kurang lebih 7 embung yang menyebar ke beberapa wilayah di Rembang. Bisa juga ada penambahan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengan yang akan diketahui diakhir tahun.

Masing-masing embung dianggarkan sebesar Rp 150-200 juta. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dintanpan Rembang, Agus Iwan belum lama ini.

Baca juga:  Dinbudpar Rembang Rekomendasikan Wisata Ramah Anak

“Dari total embung di Rembang ada 70 embung. Upaya bantuan embung kami berikan setiap tahunnya bangun 5-10. Tahun ini ada 7 embung tergantung anggaran dari APBD kita cukupi. Selain itu juga didukung bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah,” ujarnya.

Menurutnya, fungsi embung itu lebih untuk mengantisipasi ketika kekurangan air atau mempersiapkan tanam palawija. Sehingga masa tanam (MT) 1 diisi tanaman padi. MT 2 tanaman tembakau, palawija yang tidak terlalu memerlukan banyak air. Sehingga produktivitas lahan tetap berjalan.

“Kami survei dulu, bantuan embung diutamakan memiliki potensi sawah yang luas. Aturan pembuatan embung memiliki kapasitas daya tampung sebesar 500 meter persegi. Tidak boleh melebihi itu. Jika terlalu besar sudah menjadi kewenangan PUPR,” imbuhnya.

Baca juga:  78 Mahasiswa IPB KKN Tematik di 10 Desa di Rembang

Iwan menambahkan, pembuatan embung ini, biasanya dikelola oleh kelompok tani. Ada juga yang diberi bantuan dari Pemerintah Kabupaten. Dilihat dari kesiapan kelompok menyiapkan lahan.

“Kami lihat dulu, apabila terdapat tanah yang berpotensi longsor tinggi kita pakai pasangan. Kalau tanah relatif stabil kita optimalkan luasan tampungnya. Kita utamakan pemasangan dititik rawan saja,” tuturnya.

Lebih lanjut, ideal embung ini mampu mengairi lahan pertanian sebanyak 10 hektar. Terkadang Rembang panasnya tinggi sekali, memungkinkan embung juga mengalami penguapan yang tinggi.

“Sumber air dioptimalkan dari hujan atau saluran air dari got, atau saluran persawahan yang dibelokkan,” bebernya. (cr3/fat)