Demak  

Ribuan Pantarlih Demak Diterjunkan Jelang Pilkada 2024

Ketua KPU Demak, Siti Ulfaati
Ketua KPU Demak, Siti Ulfaati. (ADAM NAUFALDO/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Demak menerjunkan 3310 pantarlih yang tersebar di beberapa daerah. Hal itu dilakukan jelang menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.

Ketua KPU Demak, Siti Ulfaati menjelaskan, pihaknya mengerahkan 3310 Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih) yang tersebar di 1776 Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk melakukan coklit. Sementara untuk satu TPS pemilihnya lebih dari 400 orang, sedangkan pantarlih-nya ada dua.

“Untuk kerjanya mereka selama satu bulan. Yakni 24 Juni hingga 24 Juli 2024. Kemarin, telah dilantik, dilanjut bimtek, apel gerakan coklit, dan coklit serentak,” ungkapnya kepada Joglo Jateng, Rabu (3/7/2024).

Baca juga:  KPU Demak Terjunkan Ribuan Petugas Temui Masyarakat yang tak Miliki Identitas Kependudukan

Ia menyebutkan, untuk mengenali pantarlih yang datang ke rumah masyarakat, ciri-cirinya mudah. Seperti membawa topi, jaket/rompi, dan id card. Jadi nanti mereka datang kerumah untuk melakukan pendataan yang kemudian dimasukkan menjadi pemilih Pilkada 2024.

“Untuk masyarakat hanya perlu menyiapkan KTP dan KK. Tapi jika terselip bisa pakai IKD. Kami juga mendata misal ada pemilih baru yang berusia 17 tahun,” katanya.

Lebih lanjut, semisal ada pemilih pemula yang posisi kemarin sudah pensiun dari TNI-Polri itu masuk dalam pemilih. Sedangkan untuk mengantisipasi tenaga pantarlih yang tak turun lapangan yakni dengan cara melakukan pemantauan satu Minggu sekali.

Baca juga:  Tingkatkan Kemampuan Personil dengan Latihan Menembak

“Mereka harus melaporkan progresnya selama pelaksanaan coklit. Jadi progres harus masuk ke kami. Dari situ kami bisa mengecek perorang benar jalan atau tidak. Kalau tidak jalan, kami minta segera lapor. Dikawatirkan ada kendala atau sakit,” ujarnya.

Artinya, pantarlih itu kan coklit, ketika di lapangan pun mereka didampingi dengan jajaran TKD Bawaslu. Dari sana mereka bisa bareng-bareng kalau ada temuan bisa disampaikan ke KPU.

“Kami juga ada monev mingguan terkait problem di lapangan melalui PPK PPS. Harapannya mereka bekerja mencari data pemilih yang akurat dan komprehensif,” pungkasnya. (adm)