SEMARANG, Joglo Jateng – Legal Resources Center-Untuk Keadilan Jender Dan Hak Asasi Manusia (LRC-KJHAM) membuka penggalangan donasi pakaian bekas layak pakai pada 8 hingga 20 Juli 2024 mendatang. Masyarakat bisa mengirimkan baju, gamis, rok, celana, jaket, kerudung hingga sepatu.
Kepala Internal LRC-KJHAM, Witi Muntari mengukapkan, sejauh ini sudah ada lima orang yang mengirimkan donasi baju layak pakai ke kantornya. Setelah hasil donasi itu dikumpulkan, pihaknya akan memilih barang yang masih layak digunakan, lalu dijual kembali melalui bazar.
“Rencananya besok 24 Juli saat Refleksi Konvensi Sidang sekaligus HUT LRC-KJHAM ke-25. Kita akan melakukan bazar di kantor LRC-KJHAM,” ucapnya saat dihubungi Joglo Jateng, Senin (15/7/24).
Ia mengungkapkan, warga luar Kota Semarang juga turut mengirimkan pakaian bekas layak pakai (preloved). Mulai dari Pati, Yogyakarta hingga Jakarta.
“Kegiatan ini dilakukan secara by event diadakan setiap setahun tiga kali. Saat kampanye saja seperti 8 Maret ada Hari Perempuan Internasional, 24 Juli Refleksi Konvensi CEDAW dan HUT LRC-KJHAM, 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan. Sekali bazar nilai rupiahnya bisa sampai Rp 1,5 juta,” jelas Witi.
Sejak 2020 atau awal masa pandemi covid-19, kata dia, open donasi ini sudah mulai diberlakukan. Pada saat itu, ada tantangan soal bagaimana korban perempuan kekerasan itu bisa mengakses layanan dengan anggaran yang belum mencukupi.
“Nah kami coba bagaimana mengembangkan fund rising itu berawal dari apa nih yang bisa mengunggah kepedulian publik untuk mendukung korban kekerasan. Sempat beberapa kali ada banjir, rob dan kami sempat buka open donasi untuk membantu ibu-ibu komunitas yang terdampak banjir seperti pakaian dan lain-lain,” ujarnya.
Setelah semua dana dari hasil donasi preloved terkumpul, kata Witi, nantinya akan digunakan untuk biaya pendampingan dalam penanganan kasus terhadap perempuan di wilayah Jawa Tengah. Seperti untuk mengantarkan ke rumah sakit ataupun melakukan pelaporan ke pihak kepolisian.
“Penjualan ini tidak hanya soal penjualannya saja tetapi masyarakat sekitar itu lebih tau LRC-KJHAM lembaga yang seperti apa. Jadi sambil beli dan lihat-lihat mereka jadi lebih tahu. Kadang ada yang sambil tanya juga soal itu,” tambahnya.
Dirinya berharap, dengan adanya donasi ini bisa membuka kepedulian publik bahwa perempuan kekerasan seksual membutuhkan dukungan. Selain itu, juga mengurangi limbah pakaian bekas yang layak pakai di lingkungan masyarakat. (int/adf)










