Harga Murah, Petani Semangka Asemdoyong Mengeluh

SIRAM: Para petani semangka di Desa Asemdoyong, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang saat merawat tanaman mereka, Selasa (22/10/24). (UFAN FAUDHIL/JOGLO JATENG)

PEMALANG, Joglo Jateng – Walaupun hanya selisih sedikit, namun para petani semangka di dekat Jalur Pantura, Desa Asemdoyong, Kecamatan Taman mengeluhkan penurunan harga jual hasil panen mereka di Oktober ini. Menurut mereka, harga semangka turun disebabkan oleh banyaknya permintaan komoditi buah lain, yaitu mangga yang merupakan salah satu saingan petani semangka.

Hal ini diungkapkan oleh Syarif (27) warga asli Kabupaten Brebes yang menyewa lahan di Desa Asemdoyong, Kecamatan Taman untuk pertanian semangka. Dirinya mengatakan bahwa harga semangka yang normalnya bisa mencapai Rp5.000-6.000 per kilo, kini turun di pasaran.

Hal ini dikarenakan jumlah pasokan yang melimpah, namun permintaan tak banyak. Selain itu, penjualan buah semangka bersaing sengit di pasaran dengan buah mangga, sehingga ketika berbarengan musim panen raya, maka keduanya dipastikan akan mengalami penurunan atau kenaikan sesuai permintaan.

“Ya saingan beratnya itu ada di petani mangga. Kalau di pasaran lagi banyak mangga otomatis kita kalah. Kebanyakan orang lebih suka mangga dibanding semangka, jadi pasti harga turun seperti sekarang,” ucapnya, Selasa (22/10/24).

Terkait harga jual di tataran petani, Syarif menuturkan, saat ini harga semangka per kilonya di angka Rp3.500 hingga Rp4.000. Ia menjelaskan, semangka memiliki dua jenis varian yaitu semangka merah dan kuning, keduanya juga mempunyai harga jual yang berbeda. Biasanya, semangka kuning memiliki harga yang lebih tinggi dibandingkan semangka merah karena dianggap buah yang umum di masyarakat.

PILAH-PILIH: Seorang petani semangka saat menjajakan dagangannya di pinggir jalan Desa Asemdoyong, Kecamatan Taman, Selasa (22/10/24). (UFAN FAUDHIL/JOGLO JATENG)

Dalam sekali panen, petani semangka bisa mendapatkan 6-8 ton di lahan seluas setengah hektare. Buah ini termasuk menjadi salah satu varian buah yang sering ditanam di lahan padi pada musim kemarau, karena perawatannya tidak membutuhkan banyak air serta hasil lebih berkualitas dengan rasa manis segar pada saat kemarau.

Hasil panen ini biasanya langsung diambil oleh tengkulak besar dari Kabupaten Demak, Kudus, Pati, Kendal, Semarang, Pekalongan, hingga di Jawa Barat. Semangka Pemalang menjadi salah satu buah paling baik di antara daerah lain.

“Kalau musim hujan, rasa buahnya tidak semanis kemarau, karena paparan air lebih banyak, jadi buah cenderung hambar. Sekarang musim paling baik menanam semangka, termasuk di Desa Asemdoyong,” terangnya. (fan/abd)