Perpusdes Jati Wetan Miliki Cara Kreatif Tingkatkan Minat Baca Anak

DUKUNGAN: Anggota PKK Pokja 2 hadir mendampingi anak-anak saat menjalankan program Perpustakaan Desa (Perpusdes), belum lama ini. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Pemerintah Desa Jati Wetan, Kudus menjalankan program Perpustakaan Desa (Perpusdes) untuk menjadi langkah inovatif dalam menumbuhkan minat baca di kalangan anak-anak. Dengan buku yang masih terbatas, kegiatan ini dijalankan secara bergilir di setiap RW.

Pengelola perpusdes Jati Wetan, Jasriah menyampaikan, ide ini lahir dari anggota PKK Pokja 2. Yakni sebagai upaya mengurangi waktu anak-anak bermain gadget dan mengalihkan perhatian mereka pada kegiatan yang lebih edukatif dan menyenangkan.

“Perpustakaan keliling ini tidak hanya menyediakan buku bacaan, tetapi juga menghadirkan aktivitas bermain bersama anggota Pokja 2. Yang dirancang agar anak-anak merasa senang dan nyaman selama mengikuti kegiatan,” ujarnya, belum lama ini.

Bahkan, lanjutnya, setiap anak yang berpartisipasi diberi jajanan saat pulang. Hal ini dilakukan untuk menambah daya tarik program ini. Pihaknya ingin anak-anak menikmati waktu mereka di lokasi. Sehingga semangat untuk datang lagi semakin tinggi.

SENANG: Anak-anak pengunjung perpustakaan keliling di Desa Jati Wetan sangat antusias untuk membaca buku, belum lama ini. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

“Saat ini, perpusdes keliling rata-rata dikunjungi oleh sekitar 60 anak yang mayoritas berusia sekolah dasar,” ungkapnya.

Jasriah mengungkapka, orang tua berharap kegiatan ini dapat dilakukan lebih sering, dari yang awalnya hanya sebulan sekali menjadi setiap minggu. Menurut mereka, perpustakaan keliling tidak hanya bermanfaat dalam menanamkan kebiasaan membaca, tetapi juga membantu menciptakan lingkungan sosial yang positif bagi putra putrinya.

“Harapannya, program ini terus berkembang, baik dari segi frekuensi kegiatan maupun jumlah koleksi buku yang tersedia. Desa Jati Wetan menunjukkan bahwa literasi bisa ditumbuhkan dengan cara yang menyenangkan, tanpa harus membebani anak-anak dengan rutinitas yang kaku,” pungkasnya. (cr9/fat)