Waspada! Cuaca Ekstrem Sebabkan Puluhan Rumah Ambruk di Semarang Awal Tahun Ini

POTRET: Salah rumah milik warga yang roboh akibat hujan dan angin kencang di salah satu wilayah di Kota Semarang, Minggu (16/2). (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng –  Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang mencatat sebanyak 23 rumah roboh mulai awal Januari hingga 13 Februari 2025. Dari 23 rumah tersebut, tiga rumah di antaranya telah dilakukan perbaikan oleh petugas di lapangan.

Kepala Bidang Rumah Umum dan Rumah Swadaya (RURS) Disperkim Kota Semarang, Wiknya mengatakan bahwa 23 rumah roboh tersebut tersebar di beberapa titik wilayah. Di antaranya, Kecamatan Semarang Barat, Kecamatan Semarang Tengah, Kecamatan Pedurungan, Kecamatan Semarang Utara. Lalu, ada juga Kecamatan Ngaliyan, Kecamatan Mijen, Kecamatan Candisari, Kecamatan Gayamsari, dan Kecamatan Gunungpati.

“Paling banyak terjadi rumah roboh itu di daerah Kecamatan Semarang Barat ada 6 rumah dan Kecamatan Pedurungan ada lima rumah yang roboh. Mayoritas atapnya yang jebol dan dindingnya yang rusak,” ucapnya saat dikonfirmasi Joglo Jateng, Minggu (16/2).

Adapun beberapa faktor utama yang menyebabkan rumah roboh. Di antaranya, curah hujan tinggi dan angin kencang. Namun, ada juga karena rumah yang sudah berusia tua. Sehingga, perlu adanya rehabilitas material mandiri dari pemilik rumah.

Upaya yang dilakukan oleh Disperkim, kata Winkya, yakni melakukan observasi dan verifikasi langsung ke lapangan, dan ditindaklanjuti oleh petugas lapangan untuk diperbaiki bagian yang rusak. “Hanya saja anggaran kita maksimal Rp 20 juta per rumah. Jadi kalau kerusakannya parah ya kita bantu perbaiki,” jelasnya.

Ia menambahkan, biasanya proses pengerjaan untuk satu rumah diperlukan selama kurang lebih seminggu. Nantinya, akan dikerjakan langsung oleh kuli bangunan yang dinaungi oleh Disperkim Kota Semarang.

Sejauh ini, dirinya mengaku, belum mendapatkan laporan dari masyarakat terkait dengan rusaknya makam akibat tanah longsor. Meski begitu, adapun langkah antisipasi yang telah dilakukan, seperti membuat tanglud dan memperbaiki saluran air agar tidak terjadi longsor.

“Kalau tahun kemarin ada di Makam Kembangarum itu sempat longsor, tapi sejauh ini sudah kami antisipasi,” pungkasnya. (int/gih)