Hari Jadi Banjarnegara ke-454 Dipadatkan dalam Sehari, Ini Alasannya!

MERIAH: Terlihat peserta memeriahkan acara pada pelaksanaan Kirab Hari Jadi Banjarnegara ke-453 tahun lalu. (HUMAS/JOGLO JATENG)

BANJARNEGARA, Joglo Jateng – Hari Jadi Kabupaten Banjarnegara diperingati setiap 26 Februari, sejumlah rangkaian kegiatan selalu mengiringi hari jadi dari tahun ke tahun. Akan tetapi 2025 ini berbeda, perayaan Hari Jadi Banjarnegara ke-454 dilakukan dalam satu hari, yakni pada 26 Februari mendatang.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Banjarnegara Tursiman, melalui Kabid Kebudayaan Yelly Harmoko mengungkapkan, Inpres Nomor 1 Tahun 2025 menjadi alasan perayaan Hari Jadi Banjarnegara tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Sebab terjadi efisiensi anggaran.

“Rencana awal sebelum ada Inpres Nomor 1 Tahun 2025, rangkaian kami persiapkan mulai 22 Februari. Akan tetapi karena ada Inpres tersebut, rencana awal harus disesuaikan. Jadi fokus hanya pada 26 Februari saja,” ujarnya, belum lama ini.

Meski begitu, berbagai acara juga disiapkan pada 26 Februari. Mulai dari Kirab Panji Pusaka, Parade Kelompok Seni Tradisional, Prosesi Hari Jadi, Gelar Seni Tradisional, hingga Konser Hari Jadi. Hal itu berdasarkan aspirasi bupati dan wakil bupati baru.

“Walaupun rencana awal batal, tapi kami tetap mengusahakan agar Hari Jadi Banjarnegara tetap meriah. Kami juga mengakomodir aspirasi atau keinginan dari bupati yang baru. Dengan adanya Inpres ini, beliau menghendaki acara hari jadi tetap berjalan dengan konsep minimalis,” terangnya.

Rencananya, rangkaian kegiatan pada 26 Februari dimulai pukul 07.00 dengan agenda Rapat Paripurna Istimewa tentang Hari Jadi Banjarnegara. Dilanjutkan kirab dan berbagai acara lain yang dipusatkan di Alun-alun Banjarnegara.

“Karena rangkaian acara dipadatkan di tanggal 26, maka manajemen waktu sangat dibutuhkan. Maka, besok harus benar-benar on time. Tidak boleh molor sama sekali. Karena bisa berpengaruh ke acara lainnya,” jelasnya.

Perayaan Hari Jadi Banjarnegara ke-454 diharapkan bisa menjadi momentum kebangkitan Banjarnegara. Menjadi kabupaten yang maju dan sejahtera secara nyata. Tidak hanya sekadar jargon.

“Kami sebagai dinas yang menggawangi kegiatan puncak acara, semoga bisa dinikmati oleh masyarakat. Karena konsepnya Pesta Rakyat, jadi antara bupati, anggota dewan, kepala OPD, camat dan seluruh masyarakat kita makan bersama tanpa dibatasi, tanpa sekat. Itu menandakan kita semua setara, sehingga semoga kita semakin kompak memajukan Banjarnegara,” pungkasnya. (abd/sam)