Kudus  

Mensyukuri Alam melalui Pembacaan Puisi di Waduk Logung

BEREKPRESI: Salah satu peserta walking tour sedang membaca puisi penuh ekspresi di Waduk Logung Kudus, akhir pekan lalu.

Sementara itu, Ketua Lesbumi Kudus, Abud SB Runcing menjelaskan, acara ini merupakan bagian dari forum rutin yang diadakan setiap bulan. Tujuannya adalah untuk membentuk komunitas sastra yang tidak terbatas oleh ruang dan waktu.

“Membaca puisi di alam terbuka seperti di Waduk Logung memberikan pengalaman yang berbeda dan lebih mendalam. Kami berharap Liqusty Poeziya bisa membantu menarasikan objek pariwisata di Kudus dengan cara yang lebih menarik. Sasaran kami adalah masyarakat umum, meski kami juga ingin menarik perhatian anak-anak muda,” terangnya.

Menurutnya, komunitas sastra di Kudus cukup hidup dan terus berkembang. Kegiatan ini bertujuan untuk menyasar berbagai kalangan. Dengan harapan peserta yang ikut akan lebih mengenal dan menghargai budaya lokal, serta memperluas wawasan dan relasi mereka.

Salah satu peserta, Ahmad Zein Maulana mengungkapkan perasaannya setelah mengikuti kegiatan tersebut. Ia juga mengungkapkan ketertarikannya mengikuti kegiatan ini karena baginya, “Puisi adalah saya, saya adalah puisi.”

“Saya suka membaca puisi di alam. Di sini, kita tidak hanya menyampaikan pesan secara puitik, tetapi juga menikmati keindahan alam yang luar biasa. Tempatnya sangat mendukung untuk menyampaikan puisi,” ungkapnya. (uma/fat)