Solusi yang Bisa Diterapkan
Pakar ilmu pangan dari Universitas Katolik Soegijapranata Semarang, Laksmi Hartajanie turut mengingatkan pentingnya teknologi untuk mengantisipasi gagal panen akibat bencana banjir. Dalam hal ini, pompa pengendali banjir di lahan pertanian berperan sangat penting. Juga saluran irigasi yang tersistem dengan baik.
Upaya tersebut penting dilakukan untuk memaksimalkan hasil panen. Terlebih, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sedang menggalakkan upaya untuk mendukung program nasional, yakni swasembada pangan.
Dikutip dari laman resmi Pemprov Jateng, pada Oktober 2024 lalu, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jateng, Supriyanto mengungkapkan, kebutuhan beras di Jateng sekitar 340.000 – 345.000 ton per bulan. Artinya, dalam satu tahun yakni maksimal 4.140.000.
Sedangkan pada akhir 2024, produksi padi di Provinsi Jawa Tengah mencapai 8.850.920 ton, dari luas panen 1.554.931 hektare. Produktivitas tersebut, kata Supriyanto, menyokong kebutuhan pangan nasional sebesar 16-17 persen.
Sementara, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah, Produksi padi pada 2023 mengalami penurunan 0,29 juta ton GKG atau 3,15 persen dibandingkan produksi padi di 2022 sebesar 9,36 juta ton GKG.
Disebutkan pula, Produksi beras pada 2023 untuk konsumsi pangan penduduk mengalami penurunan 0,17 juta ton atau 3,15 persen dibandingkan produksi beras di 2022 yang sebesar 5,38 juta ton.
“Dalam pendampingan produksi padi di Jateng, kami maksimal mendorong petani mencukupi kebutuhan Jawa Tengah, dan berkontribusi terhadap kebutuhan nasional. Rerata selama lima tahun terakhir berkontribusi nasional 16-17 persen. Produksi padi Jateng 8.850.920 ton, dari luas panen 1.554.931 hektare, sedangkan produktivitas mencapai 5,69 ton per hektare,” ucap Supriyanto, Jumat (3/1).
Laksmi mengakui bahwa Jawa Tengah bisa menjadi lumbung pangan nasional. “Sangat memungkinkan (bagi Indonesia, Red.) untuk swasembada pangan. Itu kan kita membuat food estate gitu ya. Jadi ada daerah yang menanam padi, jagung. Sangat memungkinkan sih,” ungkapnya.
Namun, yang terpenting adalah komitmen dari pemerintah dan petani. Termasuk dalam mengembangkan pusat-pusat pertanian pangan sesuai kondisi lahan.
Untuk itu penyediaan pupuk, bibit unggul, serta sarana untuk petani perlu dimaksimalkan. Dirinya juga mengingatkan pentingnya penggunaan pestisida alami untuk mendukung pertanian yang berkelanjutan.










