Ketahanan Pangan Ala Pemerintah dan Kesulitan Menjadi Petani

SIAP DIANGKUT: Panen padi di Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan, belum lama ini. (ADINDA FATMA FADHILAH/JOGLO JATENG).

Keragaman Potensi Bahan Pangan di Jawa Tengah 

Hari ini, meski nasi masih menjadi favorit banyak masyarakat untuk memenuhi kebutuhan karbohidrat, Laksmi mengingatkan bahwa ada sumber pangan lain yang bisa diandalkan.

“Jadi sumber karbohidrat itu tidak cuman padi, jadi harus beragam, ada padi, ada singkong, ada jagung dan ada ubi jadi macam-macam harus beragam,” tuturnya.

Sumber pangan lokal, kata dia, harus digalakkan lagi. Agar, jika sewaktu-waktu harga beras mahal masyarakat tidak kebingungan.

Untuk itu, salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah mengenalkan keragaman pangan kepada anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan. Tujuannya agar mereka tidak bergantung pada satu karbohidrat, yakni nasi.

Menurut Laksmi, dalam program pemerintah, yakni Makan Bergizi Gratis, sumber karbohidrat yang diberikan tidak harus melulu nasi. Jagung dan singkong bisa menjadi pilihan karena dapat memberikan rasa kenyang yang tahan lama.

Di sisi lain, Laksmi pun turut menyayangkan program pangan pemerintah yang dapat menggeser budaya pangan masyarakat Papua.

“Di Papua itu kan itu dulu makannya sagu tetapi sekarang, kalau tidak ada nasi tidak ada beras mereka tidak bisa makan bilangnya, jadi kesalahan dari pemerintah,” ujarnya. (adf)

(Adinda Fatma Fadhilah – Tulisan ini didukung oleh Laporiklim dan Yayasan PIKUL)