Pengamat Sebut Mekanisme Danantara belum Jelas, Ini Alasannya

Pengamat Ekonomi Universitas Diponegoro (Undip), Wahyu Widodo.
Pengamat Ekonomi Universitas Diponegoro (Undip), Wahyu Widodo. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

Wahyu menyebut komunikasi menjadi kunci utama dalam merespons kekhawatiran publik. Pasalnya, efek psikologis tak bisa lepas dari kebijakan ekonomi.

“Perilaku itu kan kuncinya ada di pengendalian psikologi dari masyarakat. Berarti kan ini pengendalian psikis market, katakanlah, dalam bahasa yang lebih luas,” ujar Wahyu.

Langkah pertama yang mesti pemerintah lakukan menurut Wahyu tak lain adalah menyampaikan ke publik bagaimana kepastian dan sistem kinerja Danantara ke depannya.

“Saya kira kuncinya pada komunikasi publik gitu, karena kan isu-isu yang muncul seperti Danantara akan membebani APBN misalkan. Padahal sebenarnya tidak diambil dari situ dan isu lainnya. Hal itulah yang harus dimitigasi,” ujar Wahyu.

Tak hanya itu, Wahyu juga meminta agar pemerintah menempatkan sosok yang kredibel dalam tata kelola Danantara.

“Kalau orang-orangnya memiliki kredibilitas yang baik, ya saya kira akan makin memberikan keyakinan kepada masyarakat. Kalau market itu ragu dengan kredibilitas person-personnya, ini yang akan memberikan sentimen negatif lanjutan,” pungkasnya. (luk/adf/ul)