PEMALANG, Joglo Jateng – Dibantu BPBD Kabupaten Tegal, warga Desa Warungpring, Kecamatan Warungpring, Kabupaten Pemalang, ditemukan tewas 1,5 kilometer dari lokasi kejadian tenggelam saat mancing di Sungai Desa Penujah, Kecamatan Kedung Banteng, Kabupaten Tegal, pada Minggu (2/3). Menilik kejadian tersebut, BPBD Kabupaten Pemalang mengimbau masyarakat untuk berhati-hati saat melakukan kegiatan pada musim penghujan ini.
Kepala Pelaksana BPBD Pemalang Andri Adi membenarkan, adanya kejadian tenggelamnya ZN (31) warga Desa Warungpring, Kecamatan Warungpring pada Jumat (28/2) lalu. Di mana dalam proses pencarian, pihaknya dibantu BPBD Tegal karena lokasi tenggelamnya korban di Sungai Desa Penujah, Kecamatan Kedung Banteng, Tegal.
“Kejadian di Kecamatan Kedung Banteng, Tegal, jadi pelaksanaan pencarian dibantu BPBD Tegal, tetangga kita. Alhamdulillah, bisa berjalan lancar dan korban (ZN) ditemukan hanyut sejauh 1,5 kilometer dari titik tenggelamnya,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Senin (3/3/25).
Dijelaskan Andri, kronologi kejadian berawal saat menyebrangi sungai namun tidak seimbang akhirnya terpleset dan hanyut, dengan derasnya aliran sungai di musim penghujan membuat upaya korban berakhir tenggelam terbawa arus. Pelaksanaan pencarian dilakukan selama sehari dengan menerjunkan puluhan anggota gabungan dari BPBD, Orari, PMI, USS dan Kepolisian. Korban ditemukan dalam keadaan mengapung pada 1,5 kilometer dari tempat kejadian.
Pihaknya mengimbau, agar masyarakat berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai manapun saat musim penghujan. Sehingga hal serupa tidak terjadi kembali, karena jumlah bencana korban tenggelam di 2025 ini menjadi nomor dua, dengan jumlah bencana terbanyak yang tercatat oleh BPBD Pemalang.
“Kita imbau saja seluruhnya agar kejadian serupa tidak terjadi. Apalagi melihat intensitas hujan masih tinggi, diprediksi sampai akhir Maret 2025 ini. Masyarakat mohon berhati-hati atau tidak melakukan aktivitas disekitar aliran sungai,” tegasnya.(fan/sam)










