PEMALANG, Joglo Jateng – Implementasi pembelajaran secara praktek langsung, 53 siswa Islamic Boarding School Darul Ashfiya MAN Pemalang melaksanakan Praktik Pembelajaran Langsung (PPL) di SMPN 3 Taman, pada 6-8 Maret 2025. Kegiatan itu mendapatkan respon positif, di mana beberapa materi keagamaan yang sebelumnya tidak diberikan ke siswa dapat dikenalkan dan diajarkan ke mereka.
Kepala MAN Pemalang Ahmad Najid menyampaikan, sengaja memberikan materi pengajaran ini untuk bekal mereka ke jenjang yang lebih tinggi. Totalnya ada 53 siswa kelas 12, putra dan putri yang melaksanakan PPL di SMPN 3 Taman. Dibagi menjadi 27 kelas dan setiap kelasnya ada 2 mentor yang memberikan materi Pelajaran Agama Islam.
“Alhamdulillah, kita dapat respons positif dari lembaga pendidikan lain dan infonya SMPN 2 Taman juga mengajukan kegiatan serupa sedang kita proses. Pada intinya kita akan memberikan fasilitas minat bakat mereka, bahkan nanti ada kegiatan lanjutan bisa mengajar di TPQ atau pondok pesantren di masyarakat,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana Program Islamic Boarding School Darul Ashfiya MAN Pemalang Ahmad Rofiq mengatakan, ini menjadi yang pertama atau pembuka untuk kegiatan-kegiatan selanjutnya. Di mana siswa yang biasanya mendapatkan materi di ruang kelas kini harus menjadi pengajar bagi adek kelas mereka di SMP. Sehingga selain pengalaman baru, mereka juga mendapatkan ilmu baru yang nantinya menjadi bekal ketika lulus melanjutkan pendidikan dan berkegiatan di masyarakat.
“Ini program baru untuk kita, setelah mereka mendapatkan ilmu tentang keagamaan di pondok Islamic Boarding School Darul Ashifa MAN Pemalang, sekarang praktik langsung di SMPN 3 Taman. Jadi mereka mengajarkan tentang beberapa materi mata Pelajaran Agama Islam, dari bahasa Arab sampai tata cara salat jenazah,” terangnya, belum lama ini.

Sedangkan, Kepala SMPN 3 Taman Saolina menuturkan, Pesantren Ramadan di sini telah menjadi agenda tahunan setiap bulan suci, namun berbeda dari tahun sebelumnya. Kali ini ia menggandeng MAN Pemalang untuk berkolaborasi dengan mengajarkan ilmu agama yang sebelumnya asing bagi siswa-siswi. Sehingga selain bisa memahami mereka, diharapkan juga tergugah dapat seperti kakak-kakak kelasnya yang ada di MAN Pemalang.
“Kalau sebelumnya hanya guru kelas yang memberikan materi, ini berbeda, siswa-siswi kami diajarkan oleh kakak kelasnya di MAN Pemalang yang masih seumuran. Saya lihat siswa lebih enjoy dan suka, diharapkan juga bisa memacu keinginan dapat seperti kakak-kakak MAN yang mengajar,” ucapnya.(fan/sam)










