SEORANG pelatih pencak silat tidak hanya mengukur atlet dari seberapa tinggi prestasi yang diraih. Tetapi juga sikap dan akhlak yang ditunjukkan di dalam maupun di luar arena.
Prinsip tersebut dipegang teguh oleh Siti Maghfiroh, yang telah sukses mencetak atlet-atlet pencak silat berbakat.
Berawal dari melatih beberapa siswa, prestasinya dalam membimbing atlet hingga meraih kemenangan di tingkat Provinsi membuatnya semakin dikenal.
Keberhasilannya ini menarik perhatian banyak madrasah yang ingin menjadikannya pelatih.
“Namun karena keterbatasan waktu dan demi menjaga kualitas latihan, saya hanya memilih madrasah tertentu. Seperti MTs dan MA Tahfidz Putri Yanbu’ul Qur’an 2 Muria, MI NU Baitul Mukminin, TK At Tazkya Bae, dan MI Hidayatul Mustafidin. Namun, setelah mengajar di MI NU Baitul Mukminin, saya fokus ke madrasah tempat ngajar saja,” ujarnya, Kamis (13/3).
Bukan sekadar kemenangan, pelatih ini juga menanamkan nilai-nilai akhlak dalam setiap sesi latihannya.
Baginya, sebagus apa pun kemampuan atlet, jika akhlaknya kurang baik, maka perjuangan di lapangan menjadi sia-sia.
“Oleh karena itu, ia selalu menekankan pentingnya kedisiplinan, sportivitas, dan etika dalam bertanding,” ungkapnya.
Kepercayaan dari berbagai madrasah untuk melatih atlet-atlet mereka tidak datang begitu saja.
Prestasi demi prestasi yang telah diraih di berbagai ajang perlombaan, baik di tingkat daerah hingga nasional, menjadi bukti nyata atas kualitas latihannya.
“Bahkan, pada bulan September lalu, saya berhasil membawa anak didik untuk melaju ke tingkat nasional, sebuah pencapaian yang membanggakan,” imbuhnya.
Menariknya, pelatihan yang ia lakukan juga membawa perubahan positif bagi anak didik secara personal.










