Siswa Tunanetra PPSDN Kudus Tekun Belajar Al-Qur’an Braille

BELAJAR: Siswa Tunanetra PPSDN Kudus saat belajar Al-Qur’an Braille, belum lama ini. (ADAM NAUFALDO/JOGLO JATENG)

Sementara itu, Kepala PPSDN Kudus, Sundarwati mengungkapkan, para siswa tidak perlu diperintah untuk berkumpul di mushola setelah berbuka puasa. Mereka sangat antusias. Hampir tidak ada yang absen selama Ramadhan.

Menurutnya, pembelajaran Al-Qur’an Braille bukan sekadar meningkatkan kemampuan membaca. Tetapi juga membangun kemandirian dalam beribadah. Dengan menguasai huruf Arab Braille, para siswa dapat membaca Al-Qur’an tanpa harus bergantung pada orang lain.

“Kami ingin memastikan mereka tidak hanya bisa membaca, tetapi juga memahami makna yang terkandung dalam Al-Qur’an. Karena itu, selain tadarus, mereka juga belajar tafsir dan fiqih,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, PPSDN Kudus berharap para siswa tunanetra semakin percaya diri dalam menjalankan ibadah. Serta menjadikan Ramadhan sebagai momentum memperkuat hubungan spiritual dengan Allah. (adm/fat)