Keberadaan teman sekampung dinilai berperan dalam membentuk karakter anak. Interaksi dengan lingkungan yang sudah dikenal sejak kecil, dapat membantu mereka dalam proses adaptasi sosial. Serta mempertahankan kedekatan dengan budaya lokal.
“Oleh karena itu, meskipun regrouping bertujuan meningkatkan efisiensi, aspek sosial dan emosional siswa tetap menjadi pertimbangan utama dalam kebijakan ini. Pemerintah akan terus mengkaji dan memastikan, kebijakan penggabungan sekolah tidak mengorbankan aksesibilitas pendidikan,” jelasnya.
Dengan pendekatan yang tepat, dirinya mengungkapkan, regrouping dapat menjadi solusi efektif. Tanpa menghilangkan esensi pendidikan berbasis komunitas yang erat dengan lingkungan sosial dan budaya siswa.
“Selain itu, kolaborasi antara pemerintah daerah, sekolah, dan masyarakat sangat diperlukan. Agar kebijakan ini dapat berjalan dengan lancar tanpa menimbulkan kendala dalam akses dan kualitas pendidikan,” pungkasnya. (cr9/fat)










