Munawir mengaku bahwa perayaan Syawalan di Kampung Jaten Cilik berkembang sesuai zamanya. Semula pada 1950-an hanya ada pembagian ketupat saja. Kemudian pada tahun 1965 saat ada pemberontakan PKI tradisi bertubah menjadi pembagian ketupat dan mercon sebagai simbol perlawanan warga setempat terhadap pemberontakan G30S PKI.
“Berlangsung lama, sampai sekitar 1985-an. Setelah kakek saya pulang haji berubah ketupat dan ada uangnya sampai sekarang,” bebernya.
Ia menambahkan, awalnya tradisi dimulai di Kampung Jaten Cilik dan sekitarnya. Namun setelah tahun 1950-an terus berkembang di sekitar Kecamatan Pedurungan. “Harapannya tradisi ini bisa terus dilaksanakan turun menurun,” tandasnya. (luk/gih)










