Dalam sambutannya, Bupati Yuli Hastuti mengatakan, fleksibilitas RSUD dr Tjitrowardojo sebagai BLUD membuka peluang untuk menjawab tantangan dan permasalahan yang ada, dalam penyelenggaraan pelayanan publik, khususnya pelayanan kesehatan. Salah satu tantangan yakni, terjadinya peningkatan jumlah pasien sekitar 30-38% pada tahun 2024 dibandingkan tahun 2023, baik rawat jalan maupun rawat inap.
“Khusus peningkatan jumlah pasien rawat inap, mengakibatkan tingginya tingkat hunian tempat tidur perawatan.
Hal ini ternyata langsung direspon oleh RSUD dr Tjitrowardojo melalui fleksibilitas BLUD-nya, dengan melakukan renovasi gedung IPSRS (Instalasi Perawatan Sarana Prasarana Rumah Sakit) yang dialihfungsikan menjadi ruang perawatan, untuk menambah jumlah kapasitas rawat inap. Respon ini semata-mata menjamin bahwa masyarakat yang membutuhkan perawatan, akan dapat terlayani semuanya, sehingga tidak terjadi penolakan pasien, karena kamar penuh,” kata Yuli.

Dalam kesempatan itu, Yuli sempat bercerita dia sering pula dihubungi oleh warga, mengapa waktu tunggu di RSUD Tjitrowardojo lama. “Saya hanya menjawab, yang sabar, pasti akan ada kamar perawatan,” cerita Yuli.
Bangsal Anggrek memiliki total 21 tempat tidur. Untuk kelas 1 sebanyak 2 TT, kelas 3 sebanyak 18 TT dan 1 TT untuk ruang isolasi. (mrn/rds)










