JEPARA, Joglo Jateng – Ketua DPRD Kabupaten Jepara Agus Sutisna melakukan kunjungan lapangan ke sentra kerajinan ukir relief di Desa Senenan, Kecamatan Tahunan, Senin (14/4) sore. Dalam kunjungannya, ia berdialog langsung dengan para pengrajin ukir dan menyerap berbagai keluh kesah yang mereka alami.
Salah satu pengukir senior, Karno mengungkapkan, saat ini jumlah pengrajin relief murni yang memiliki bengkel sendiri di Desa Senenan hanya tersisa sekitar 10 orang. Dengan jumlah pengrajin tersebut, Karno khawatir, seni ukir Jepara bisa segera punah jika tidak ada upaya serius untuk menanganinya.
“Minat generasi muda untuk menjadi pengukir sangat rendah, ditambah lagi dengan tantangan pemasaran yang semakin sulit,” ungkapnya.
Menanggapi kondisi tersebut, Agus Sutisna menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan keberlanjutan seni ukir Jepara melalui beberapa langkah strategis. Salah satunya adalah dengan mendorong agar seni ukir Jepara diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh UNESCO.
Harapannya, pengakuan tersebut tidak hanya mengangkat nilai seni ukir di mata dunia, tetapi juga meningkatkan nilai ekonomi serta memperkuat identitas budaya bangsa. Selain itu, Agus juga berencana bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Jepara untuk menyelenggarakan event furniture berskala internasional secara rutin setiap tahunnya.










