Kekuatan “Hipnotalk” Tuturan-Tuturan RA Kartini
Kekuatan pembicaraan hipnotik pada dasarnya terletak pada bagaimana tuturan-tuturan ditulis atau dikomunikasikan dengan baik, terutama dengan menggunakan kata-kata, bahasa, dan bahasa tubuh (jika dilakukan secara lisan) yang dipahami oleh orang yang dihipnotis. Untuk dapat diterima dan memengaruhi pikiran bawah sadar, hipnotis menggunakan sugesti yang disampaikan dengan fokus dan konsentrasi tinggi. Subjek harus memahami bahasa dan kata-kata yang digunakan agar sugesti dapat diterima.
Secara umum, untaian kata-kata RA Kartini bersifat persuasif dan sugestif, digunakan untuk menyamakan frekuensi atau menurunkan gelombang otak seseorang (dari ranah kaum bangsawan ke ranah awam) ke keadaan santai dan fokus. Ini memungkinkan orang untuk sangat responsif terhadap pesan yang disampaikan dan mengubah persepsi, emosi, atau perilaku mereka sesuai dengan saran yang diberikan.
Karena itu, ungkapan-ungkapan RA Kartini menjadi sangat beragam, melingkupi dan menyasar beberapa sisi kehidupan manusia, antara lain tentang pendidikan (khususnya untuk kaum wanita), kemerdekaan, kesetaraan gender, motivasi, agama, nasionalisme, budi luhur, emansipasi, dan bahkan juga tentang cinta.
Tentang pendidikan untuk kaum wanita misalnya, beliau bertutur, “Pendidikan untuk wanita sangat penting dalam konteks mendukung perannya sebagai istri dan ibu yang bermimpi besar. Tapi kalau salah kaprah dan menelantarkan anak-anaknya, berarti sama saja dengan membodohi lagi.”
Kalimat di atas secara tegas mengedepankan tema pendidikan untuk wanita dengan peran sentralnya sebagai seorang ibu, disertai dengan pencerahan betapa bahayanya seorang ibu yang abai terhadap anak-anaknya karena kesalahan pendidikan terhadap kaum wanita. Jelaslah, daya dobrak kalimat di atas sangat menghipnotis masyarakat untuk segera melangkah, mengutamakan pendidikan untuk kaum wanita.
Masih tentang pendidikan kaum wanita, RA Kartini menegaskan, “Tidak perlu penjelasan kenapa kemajuan kepandaian masyarakat Bumiputra tidak dapat pesat, apabila dalam hal itu perempuan terbelakang. Setiap waktu, kemajuan perempuan itu ternyata merupakan faktor penting dalam peradaban bangsa.”
Dari beberapa contoh tuturan RA Kartini itu, jelaslah beliau tidak sekadar menulis rangkaian kalimat yang didokumentasikan ke dalam sebuah buku yang diberi tajuk Habis Gelap Terbitlah Terang.
Tulisan-tulisan beliau ternyata memiliki kekuatan hipnotalk yang mendobrak dan meruntuhkan tembok kekuasaan feodalistik serta menggerakkan anak bangsa untuk meraih masa depan gemilang, dengan gerakan bawah sadar yang maha dahsyat dinamikanya.
Selamat Hari Kartini!










