VOC yang dimaksud yakni Vereenigde Oost-Indische Compagnie. Sebuah kongsi dagang Belanda yang berkegiatan di wilayah Nusantara pada abad ke-17 dan 18.
Sementara itu, Bupati Rembang Harno mendukung pelestarian budaya lokal. Dia pun menyambut baik antusiasme masyarakat yang hadir.
“Ini adalah wujud kejayaan budaya yang hidup di tengah masyarakat. MakCo dikenal sebagai simbol kebajikan, pelaut, dan pedagang yang penuh ketulusan dan kebijaksanaan,” ujarnya.
Menurut Harno, perayaan ini bukan hanya untuk mengenang. Tetapi, juga sebagai pengingat akan nilai-nilai luhur.
“Acara ini harus menjadi pengingat agar kita senantiasa hidup dengan menjunjung tinggi kebajikan, kepedulian, dan saling menghormati antarsesama. Pemerintah daerah terus berkomitmen mendukung keberlangsungan budaya keagamaan ini,” tambahnya. (uma/amd)










