Momen pengukuhan ini juga menjadi pengingat akan pentingnya pendidikan, terutama bagi perempuan, seperti yang pernah diperjuangkan R.A. Kartini.
Selain isu literasi, Taj Yasin juga menyoroti persoalan penting lainnya, yakni perlindungan terhadap perempuan dan anak. Ia menyoroti angka perkawinan usia anak yang masih tinggi di Jawa Tengah, dengan total 7.903 kasus.
“Kita harus memastikan anak-anak ini tetap bisa melanjutkan pendidikan, meski sudah menikah. Mereka tetap harus punya masa depan,” tegasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa gerakan relawan paralegal akan diperkuat hingga ke tingkat desa untuk mengawal perlindungan anak dan perempuan secara lebih masif.
“Perempuan dan anak adalah masa depan bangsa. Maka, mereka harus kita jaga dari sekarang,” tutupnya. (hms/rds)










