Baznas Jateng juga menyalurkan bantuan konsumtif untuk rehab 947 masjid, 703 musala, 1.122 pondok pesantren, 997 madrasah, dan 289 TPQ. Dana zakat juga digunakan untuk bantuan bencana, beasiswa 4.269 mahasiswa, dan solidaritas global seperti bantuan untuk Palestina.
Gubernur Ahmad Luthfi mengapresiasi kinerja Baznas Jateng dan mendorong pemanfaatan zakat agar lebih efektif dan sejalan dengan program pembangunan daerah.
“Kami ingin agar zakat benar-benar dinikmati masyarakat secara cepat, tepat, dan terarah. Harus sinkron dengan program Pemprov,” tegas Luthfi.
Kepala Biro Hukum Setda Jateng, Iwanuddin Iskandar menambahkan, sinergi Baznas dan Pemprov akan terus diperkuat untuk menggali potensi zakat dari berbagai instansi termasuk BUMN dan sektor swasta di Jawa Tengah.
“Baznas adalah solusi nyata pengentasan kemiskinan,” tegasnya. (hms/rds)










