Menurutnya, penyelesaian rob tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah kabupaten, provinsi, dan nasional, termasuk dalam hal penganggaran. Dia juga menegaskan bahwa masalah ini harus masuk dalam prioritas utama perencanaan pembangunan.
“”Dalam forum Musrenbang, isu ini harus menjadi catatan khusus. Harus ada alokasi anggaran dari semua level pemerintahan. Karena ini menyangkut keselamatan dan keberlanjutan wilayah,” jelasnya.
Fahrudin optimistis jika ada komitmen dan koordinasi yang kuat, penanganan rob di Sayung bisa diselesaikan secara bertahap dan terencana. Ia mengajak semua pihak untuk tidak saling menunggu, tapi bergerak bersama demi menyelamatkan daerah yang kini semakin rentan.
“”Insya Allah kalau grand design ini bisa disepakati, komunikasi dengan pemerintah pusat berjalan baik, dan ada dukungan dari provinsi, semuanya bisa diselesaikan. Jangan sampai kita kehilangan satu kecamatan hanya karena kelambanan mengambil keputusan,” pungkasnya. (adm/fat)










