Lestarikan Budaya Jawa Lewat P5RA

SUASANA: Kegiatan P5RA yang digelar siswa Salafiyah Kajen Margoyoso Pati di halaman sekolah setempat, Kamis (15/5/25). (LUTHFI MAJID/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Siswa MA Salafiyah Kajen, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati kembali menggelar Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan Lil’Alamin (P5RA). Kegiatan yang berlangsung di halaman madrasah setempat ini diikuti siswa kelas X sebagai perwujudan salah satu program kurikulum merdeka.

Tema yang diusung adalah kearifan lokal yang berkaitan erat dengan kehidupan masyarakat sehari-hari. Seperti budaya mitoni atau tingkeban. Yakni tradisi adat Jawa yang dilakukan untuk merayakan kehamilan seorang ibu yang memasuki usia kehamilan tujuh bulan. Dalam prosesi ini, masyarakat Jawa memohon keselamatan bagi ibu dan janin yang dikandungnya.

Dalam kegiatan P5RA tersebut, MA Salafiyah Kajen menghadirkan K.R.T. Meggi Hannusa, seorang Abdi Dalem dari keraton Surakarta sebagai narasumber. Selain itu, kegiatan juga diisi oleh Wakil Kepala Bidang Humas, Arif Sutoyo.

“Banyak sekali tradisi adat istiadat Jawa yang harus diketahui bersama. Seperti mapati, mitoni, tedhak siten, ruwatan, bancaan ketika akan berangkat kerja, bancaan setelah menikah, bancaan akan membangun rumah, selametan dan sebagainya. Budaya-budaya tersebut harus kita jaga dan kita wariskan kepada generasi selanjutnya,” ujar K.R.T. Meggi Hannusa.

Menurutnya, adat istiadat harus diwariskan kepada generasi masa depan. Mengingat Gen-Z merupakan generasi melek digital yang berjabat erat dengan modernitas. Sehingga budaya yang telah lama hidup di masyarakat harus dikenalkan sejak dini.