Jepara  

Ajukan Ukir Jepara ke Unesco, Duta Besar Serbia akan Dipanggil

SEMANGAT: Lomba seni ukir kayu yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Jepara agar terus eksis, Senin (2/5). (LIA BAROKATUS SOLIKAH/JOGLO JATENG)

JEPARA, Joglo Jateng – Pemerintah Kabupaten Jepara berupaya memperjuangkan karya seni ukir khas Jepara menjadi kekayaan intelektual yang masuk dalam catatan Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) di United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO). Rencananya, pada bulan ini, Pemkab akan memanggil Duta Besar Serbia untuk datang ke Jepara.

Bupati Jepara Witiarso Utomo menyampaikan, seni ukir khas Jepara merupakan bukti kekayaan warisan leluhur bangsa. Untuk memperjuangkan hal itu, Pemkab Jepara, saat ini masih mengumpulkan bebera berkas yang dibutuhkan.

“Kami sudah ditahap pengumpulan daripada dokumen. Secepatnya akan kami ajukan,” ucap Bupati Jepara, Minggu (18/5).

Witiarso mengungkapkan, Duta Besar Serbia akan dipanggil untuk melihat karya ukir Jepara pada 26 Mei mendatang. “Tanggal 26 bulan ini, duta besar Serbia akan join datang ke Jepara untuk melihat ukiran. Beliau sudah oke, sudah join komunikasi,” ucapnya.

Kata Witiarso, setelah melalui tahap pengumpulan berkas dan beberapa syarat yang telah ditentukan, membutuhkan waktu hingga dua tahun ukiran khas Jepara bisa masuk pada Unesco. “Kami akan ikuti tahapan dari beliau dan timelinenya sekiranya 2 tahun sudah masuk warisa budaya tak benda,” bebernya.