Dalam pelatihan itu, lanjut dia, para peserta dilatih langsung oleh narasumber profesional di bidang kecantikan. Seperti Makeup Artist (MUA) Woro dan Maela Jenasica. Mereka mendapatkan materi teori sekaligus praktik merias, dengan harapan mampu membuka usaha mandiri setelah pelatihan.
”Kami berharap melalui pelatihan ini, para ibu bisa memiliki keterampilan dan meningkatkan ekonomi keluarga. Minimal mereka bisa merias diri sendiri, atau membuka jasa rias di lingkungan sekitar,” harapnya.
Namun, kata Murti, pada tahun 2024 pelatihan tersebut tidak dapat dilaksanakan karena adanya perubahan perencanaan dan kendala anggaran. Padahal, menurut dia, Dinsos telah menyiapkan dua kelompok untuk pelatihan tahun ini.
“Anggarannya sempat ada, tetapi karena ada perubahan rencana dan pergeseran anggaran, pelatihan tidak bisa direalisasikan,” ujarnya.
Meski demikian, pelatihan yang diberikan selama ini juga terbukti membuahkan hasil. Beberapa alumni bahkan sudah memulai usaha mandiri. Ada yang berjualan online dan sebagian lainnya pernah diundang kembali sebagai narasumber pelatihan.
”Hal ini menjadi bukti bahwa program pelatihan Dinsos tidak hanya bermanfaat secara praktis, tetapi juga membuka jalan kemandirian ekonomi bagi perempuan rentan di Kudus,” paparnya. (adm/iza).










