Menjelang Iduladha tahun ini, dirinya menyiapkan 80 ekor kambing Jawa Randu dan Etawa. Dari total tersebut 40 ekor di antaranya sudah laku keras. Sedangkan sapi, dari 10 ekor, telah terjual 4 ekor.
Sebelum dijualkan ke pembeli, dirinya memastikan bahwa hewan kurban yang ada di lapak sudah memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). Bahkan, mereka sudah diberi suntikan vaksin cegah PMK, injeksi untuk ketahanan tubuh, dan vitamin.
“Kalau kita jual kambing yang nggak sehat kan takutnya ada apa-apa kan pelanggan pasti kecewa. Kalau ada hewan yang kurang sehat kita tarik lagi ke kendang,” katanya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kota Semarang, Shoti’ah menegaskan manakala ditemukan hewan kurban dalam kondisi sakit, para peternak diimbau untuk memisahkan mereka ke kandang tersendiri. Tujuannya agar mereka dapat dilakukan pengobatan lebih masif.
“Jadi jangan dicampur dengan yang (hewan kurban, Red.) yang sehat. Sehingga ini harus ada perlakuan sendiri. Sehingga jangan sampai ini bisa menularkan kepada yang sehat,” jelasnya.
Ia menambahkan, hal ini menjadi catatan penting bagi para peternak atau penjual, untuk memanfaatkan momen Iduladha ini dengan memberikan kualitas terbaik dari hewan kurban yang mereka jualkan. Sehingga daging hewan kurban tersebut bisa diolah, serta dikonsumsi secara layak oleh masyarakat, dengan perasaan aman dan nyaman. (int/adf)










