Penjualan Hewan Kurban di Banyumanik Naik 30 Persen, Harga Tetap Stabil

SUASANA: Salah satu penjaga lapak saat memberi makan hewan kurban kambing dan sapi di pinggiran Jalan Mulawarman Raya No 25A, Kelurahan Pedalangan, Kecamatan Banyumanik, belum lama ini. (FADILA INTAN QUDSTIA/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Penjual sekaligus peternak hewan kurban di Banyumanik, Sapto Suryatno (42) mengaku bersyukur penjualan hewan kurban tahun ini mengalami peningkatkan sampai 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Menjelang Iduladha ini, harga hewan yang ia jual tidak naik.

“Untuk tahun ini, kayaknya ada peningkatan dari tahun-tahun yang lalu. Sekitar 20 sampai 30 persen, untuk harga jual masih sama dengan tahun yang kemarin. Dan pembeli hewan kurban itu makin banyak daripada tahun kemarin,” ucapnya saat ditemui Joglo Jateng di lapaknya Jalan Mulawarman Raya No 25A, Kelurahan Pedalangan, Kecamatan Banyumanik, Jumat (30/5/2025).

Harga kisaran hewan kurban bervariasi tergantung dari ukurannya. Kambing jenis jawa randu dan etawa, mulai dari Rp2,5 juta sampai Rp7,5 juta per ekor. Sedangkan, untuk sapi jenis jawa dibanderol mulai dari harga Rp22,5 juta sampai Rp23,5 juta per ekor.

“Tahun ini lebih banyak yang beli kambing Jawa Randu karena dia sudah kelas pedaging. Sedangkan kalau domba itu jarang (dibeli, Red.) karena postur tubuhnya yang agak pendek, dan kalau orang Jawa bilang berkurban itu harus ada tanduknya,” jelasnya.

Ia menyampaikan, banyak pembeli yang mulai mencari hewan kurban sekitar H-18 Iduladha. Mayoritas mereka memesan terlebih dahulu, namun ada juga yang datang langsung ke lapaknya daripada beli di kandang ternak.

“Pembeli kebanyakan daerah sini (Banyumanik, Red.). Lalu ada juga yang dari (Semarang, Red.) bawah itu Kecamatan Gajahmungkur dan Kecamatan Tembalang,” ujar Sapto.