Pati  

Tak Ditemui Bupati, Demo Tolak Kenaikan PBB di Pati Diwarnai Bakar Ban dan Blokir Jalan

TENGGANG: Mahasiswa bakar ban saat demo tolak kenaikan PBB, kemarin. (LUTHFI MAJID/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pati demo di depan kantor Bupati Pati. Mereka menolak kebijakan kenaikan tarif Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) 250 persen.

Namun dalam aksi ini, puluhan massa pendemo tak ditemui oleh Bupati Pati, Sudewo. Massa pun kecewa. Kekecewaan ini membuat mereka nekat membakar ban dan beradu mulut dengan aparat.

Ketegangan pun sempat terjadi beberapa saat. Bahkan, massa memblokade jalan area Alun-alun Kabupaten Pati. Sejumlah pengendara pun terpaksa berbalik arah.

Sebenarnya, para mahasiswa dipersilahkan untuk masuk ke Pendapa Kabupaten Pati. Mereka akan diajak berdialog oleh Bupati Pati Sudewo tentang kebijakan kenaikan PBB.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pati Sugiyono dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Pati Riyoso saat menemui massa.

Namun, massa masih bersikukuh. Mereka ingin Bupati Pati Sudewo yang keluar menemui mahasiswa untuk mendengarkan aspirasi masyarakat.

“Saat kampanye saja turun ke masyarakat. Saat menjabat juga harus turun ke masyarakat,” ujar Koordinator Aksi Muhammad Muhajirin.

Kepala DPUTR Pati Riyoso pun mempersilahkan massa aksi untuk berdemo di depan gerbang Pendapa Kabupaten Pati berhari-hari. Ia menyebut bupati Pati sudah mempersilahkan untuk berdialog jika masuk di Pendopo Pati.

“Kalau tidak mau (masuk), tidak apa-apa. Silahkan anda berdemo berhari-hari di sini. Yang pasti pak Bupati menerima anda terhormat,” ucap dia saat menemui massa aksi. (lut)