PPDI Purworejo Selenggarakan Sekolah Pamong Bagi Perangkat Desa Baru

Sebanyak 196 perangjat desa baru di Kabupaten Purworejo mengikuti Sekolah Pamong bertempat di STIE Rajawali. (MARNIE/JOGLO JATENG)

PURWOREJO, Joglo Jateng – Salah satu program kerja Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Purworejo adalah, Sekolah Pamong. Program pembelajaran bagi para pamong atau perangkat desa baru itu bertujuan agar mereka tahu apa tugas, fungsi, kewajiban dan haknya.

Sekolah Pamong tahun 2025 ini merupakan angkatan kedua, dilaksanakan di STIE Rajawali yang terletak di Desa Dukuhrejo, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, Sabtu (14/06/2025). Pembukaan Sekolah Pamong dihadiri oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (DP3APMD) Kabupaten Purworejo, Laksana Sakti, Ketua Penjamunan Mutu STIE Rajawali, Wiyonoroto serta para Ketua PPDI di 16 kecamatan.

Ketua Panitia Sekolah Pamong, Anjas Prasetyo, Kepala Sekolah Pamong mengatakan bahwa, kegiatan ini pertama kali digelar pada tahun 2024. “Banyak perangkat desa baru yang dilantik, mulai Bulan April 2024 hingga Mei 2025, ada 170 perangkat desa baru. Mereka ini wajib mengikuti Sekolah Pamong. Dalam sekolah sehari ini, diajarkan apa yang harus dilakukan perangkat desa dan apa saja job description, tugas fungsi perangkat desa,” kata Anjas.

Sementara itu, Ketua PPDI Kabupaten Purworejo, Erwan Widi Ashari menjeoaakan bahwa, Sekolah Pamong ini merupakan salah satu rekomendasi Musda yang kenudian dibreak down pada saat Rakerda menjadi rangkaian Hari Jadi PPDI ke-19. Sekolah Pamong bertujuan agar para anggota PPDI Kabupaten Purworejo satu persepsi, tahu posisi sebagai perangkat desa dan sebagai dan anggota PPDI.

Ketua PPDI Kabupaten Purworejo, Erwan Widi Ashari. (MARNIE/JOGLO JATENG)

“Materi dasar yang didapat adalah mengenai kepamongan dan keorganisasian agar mereka sadar, bagaimana perjuangan PPDI sehingga pamong saat ini mendapat apresiasi (siltap). Pamong sekarang banyak yang dari kalangan gen z yang wajib disadarkan secara sejarah bahwa, pamong dulu bukan siapa-siapa, kini menjadi apa-apa karena berjuang di satu wadah, PPDI,” tutur Erwan.

Sekdes Loano, Kecamatan Loano itu menambahkan, PPDI lahir pada tanggal 17 Juni 2006. Tahun ini, genap berusia 19 tahun.

“Pada tanggal 17 Juni, kami secara serentak mengadakan tasyakuran di tiap kecamatan. Kemudian, direncanakan pada tanggal 22 Juni akan diselenggarakan Jambore Pamong di GOR Sarwo Edhie Wibowo. Namun untuk ketepatan dan kesiapan para pamong, kami masih nunggu. Yang terpenting, secara kultur sudah melaksanakan tasyakuran pada 17 Juni,” tutur Erwan.

Tambahnya, dari 170 perangkat desa baru, ada empat orang yang berhalangan ikut Sekolah Pamong. Para perangkat yang tidak hadir, harus mengikuti Sekolah Pamong angkatan berikutnya.

Terpisah, dalam sambutannya, Kepala DP3APMD Kabupaten Purworejo, Laksana Sakti memberikan apresiasi yang tinggi kepada PPDI yang menyelenggarakan kegiatan Sekolah Pamong. “Jumlah pamong saat ini 5.000 lebih, PPDI Kabupaten Purworejo sangat aktif. Perangkat adalah perekat persatuan dan kesatuan NKRI selain ASN. Pamong harus menjadi contoh, jangan sampai malah membuat situasi tidak kondusif,” kata Laksana Sakti. (mrn/rds)