Sedekah 12 Ribu Pohon Kopi, Dindikpora Banjarnegara Gaungkan Gerakan Hijau

SERAHKAN: Penyerahan simbolis bibit pohon kopi oleh Kepala Dindikpora Banjarnegara, Teguh Handoko kepada Kepala DPKPLH Banjarnegara, Herrina Indri Hastuti di kantor DPKPLH Banjarnegara, beberapa waktu lalu. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

BANJARNEGARA, Joglo Jateng – Sebagai aksi nyata kepedulian terhadap kelestarian lingkungan, Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Banjarnegara menyelenggarakan Sedekah 12 Ribu Pohon Kopi, akhir pekan lalu. Aksi ini tidak hanya simbolik, tetapi juga menyuarakan pesan kuat tentang konservasi dan edukasi lingkungan kepada masyarakat luas.

Kegiatan ini diawali dengan kirab dua gunungan bibit pohon kopi, yang dibawa secara estafet dengan berjalan kaki dari Kantor Dindikpora menuju Kantor DPKPLH Kabupaten Banjarnegara.

Kepala Dindikpora Banjarnegara Teguh Handoko menyampaikan, 12 ribu bibit pohon kopi ini merupakan hasil dari sedekah seluruh keluarga besar Dindikpora Banjarnegara. Terdiri dari satuan pendidikan jenjang PAUD, SD, SMP, koordinator wilayah (Korwil), MKKS, hingga para ASN dan pegawai Dindikpora.

“Kami menyumbangkan 12 ribu pohon kopi ini untuk konservasi di Banjarnegara. Harapannya, ini tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan, tetapi juga menjadi catatan amal ibadah bagi kita semua. Sekaligus mengajak seluruh pelaku pendidikan untuk menanamkan kepedulian lingkungan sejak usia dini,” ujarnya, akhir pekan lalu.

Sementara itu, Kepala DPKPLH Banjarnegara Herrina Indri Hastuti mengaku, bersyukur atas dukungan besar dari Dindikpora. “Kami sangat berterima kasih atas sumbangan bibit kopi dari Dindikpora. Ini luar biasa. Saat ini Banjarnegara sangat membutuhkan dukungan konservasi dan apa yang dilakukan ini menjadi langkah inspiratif untuk menyelamatkan lingkungan kita bersama,” ucapnya.

Lebih lanjut, Herrina menjelaskan, pohon kopi memiliki peran penting dalam konservasi. Karena mampu mencegah erosi, menjaga keseimbangan air tanah, sekaligus memiliki potensi nilai ekonomi bagi masyarakat. Kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari gerakan bersama lintas sektor dalam membangun kesadaran lingkungan. (abd/sam)