PURWOREJO, Joglo Jateng – Menjadi prosesi tahunan setiap memasuki Bulan Sura pada kalender Jawa atau dalam Kalemder Islam merupakan pergantian tahun 1 Muharam, Museum Tosan Aji Purworejo menggelar ritual Jamasan Pusaka. Jamasan Pusaka diselenggarakan di Pendopo Rumah Dinas Buapti Purworejo pada malam 1 Sura atau Kamis (26/6) malam.
Museum Tosan Aji memiliki koleksi 1.286 tosan aji (senjata tradisional Jawa) dan 276 benda cagar budaya lainnya. Prosesi Jamasan Tosan Aji yang dilakukan rutin setiap tahun ini, diharapkan tidak hanya merawat benda-benda warisan sejarah dan budaya secara fisik saja, namun juga sebagai sarana introspeksi dan pembersihan diri sebagai indentitas budaya Jawa.
Ritual agung ini juga dimeriahkan dengan pagelaran wayang kulit dengan Gagrak Bagelen dengan lakon ‘Pandu Swargo’ oleh dalang Ki Dewoto dan dilanjutkan dengan lakon Romo Nitis oleh Dalang Ki Parikesit. Pementasan ini sebagai upaya pelestarian Gagrak Bagelen, kemudian didokumentasikan dan diusulkan menjadi Warisan Budaya Tak Benda (WBTb) dari Purworejo.
“Telah kita ketahui bersama, Purworejo merupakan salah satu kabupaten yang kaya akan budaya, yang hingga kini masih terus dilestarikan dan dijunjung tinggi oleh masyarakatnya. Salah satunya adalah budaya yang berkaitan dengan tosan aji atau senjata pusaka,” kata Bupati Purworejo Hj Yuli Hastuti.










