Kemudian April–Mei 2025 Sungai Sastro tahap 1 (2 km). Tentatif Muara Embung Ngemplak (0,6 km, swadaya 100%). April 2025 Sungai Bakinah Barat tahap 2 (1 km, masuk ke Kolam Retensi DPSAL). Selanjutnya Mei–Juni 2025 Sungai Londo tahap 3 (2,2 km).
”Terakhir, Juli 2025 Sungai JU3Da (masuk ke wilayah Desa Lambangan),” tukasnya.
Disisi lain, Syarif menyebut bahwa target program empat tahun dapat diselesaikan hanya dalam dua tahun dengan Doa yang selalu menyertai fasilitasi yang efektif dan koordinasi komunikasi yang baik. Selain fokus di Undaan, kegiatan juga menyasar wilayah basis ketahanan pangan seperti Mejobo dan Jekulo.
”Kami tetap berkomitmen melakukan normalisasi lanjutan ke depan. Prinsipnya, normalisasi/pengerukan sungai berdasarkan desain Teknis Drain Belt yang disusun BPBD Kudus, dengan konsep kolaborasi bersama BPBD Kudus, BBWS Pemali Juana , OPD terkait, pemdes, masyarakat desa, dan lainnya,” katanya.
BPBD juga menyatakan, Desa Karangrowo, Ngemplak, Undaan Lor, Undaan Tengah, Undaan Kidul, hingga Wates, Lambangan, Wonosoco, Berugenjang dan Kalirejo pernah menjadi wilayah terdampak banjir pada 2023. Namun, dengan langkah cepat dan kerja sama, diharapkan tidak terjadi banjir lagi atau dapat dikendalikan sehingga ketahanan pangan dapat terjaga.
”Kerja bareng dengan kolaborasi yang komprehensif jauh lebih efektif. Kalau hanya rapat-rapat tanpa aksi nyata, banjir akan terus terjadi,” tutupnya. (adm/fat)










