KUDUS, Joglo Jateng – Upaya normalisasi sungai yang difasilitasi dan sinergikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus sejak 2023 membuahkan hasil nyata. Untuk pertama kalinya sejak lima tahun terakhir, wilayah Kudus tidak lagi dilanda banjir besar pada 2025.
Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kudus, Syarif Hidayah menyampaikan, sejak 2020, wilayah Kudus terutama Kecamatan Undaan rutin terdampak banjir. Namun, dimulai normalisasi sungai dalam program SinergiKU SungaiKU pada 2023-2024 dan SinergiKU DesaKU di 2025.
Lebih lanjut, berkat normalisasi yang masif dan kolaboratif, tahun ini banjir skala desa (kecil) tidak terjadi. Hanya saja, kata dia, masih ada genangan banjir di persawahan Blok Krajan 1 dan Blok Jungkemi Dukuh Krajan, Desa Karangrowo akibat limpasan sungai JU1 di wilayah Kecamatan Mejobo.
Program normalisasi ini merupakan hasil sinergi antara BPBD Kudus, BBWS Pemali Juana, serta sejumlah pemerintah desa. Kolaborasi dimulai pada Juni 2023 dengan pengerjaan Sungai Londo bagian tengah. Saat itu, Desa Berugenjang, Wonosoco, Lambangan, dan Prawoto turut mendukung secara aktif.
”Normalisasi tidak bisa berjalan tanpa alat berat. Jika sewa mandiri, biayanya sangat mahal. Bantuan alat dan operator dari BBWS sangat membantu, begitu juga urunan dari desa-desa,” jelasnya.
Adapun daftar sungai yang dinormalisasi hingga Juli 2025 mencapai 14 titik strategis. Seperti pada Juni 2023 Normalisasi Sungai Londo tahap 1 (2,4 km), Oktober 2023 Pengerukan Sungai JU1 (2 km), Juni 2024 Sungai Londo tahap 2 (2,9 km), dan Juni 2024 Sungai JU3D tahap 1 (1 km).
”Pada juli 2024 Sungai Bakinah Barat (0,45 km), Juli 2025 Sungai Bakinah Timur (2,8 km), Agustus 2024 Sungai Jungkemi (1,89 km), Oktober 2024 Sungai Khadimah Krajan (1,45 km), Januari–Maret 2025 Sungai Plumbungan (4 km, swadaya 100%), dan Maret–Mei 2025 Sungai Tampung (4,2 km, swadaya 100%),” bebernya.










