KH Ali Masykur Musa menegaskan, pelantikan ini secara organisatoris kepengurusan JATMAN hasil Kongres ke-13 di Asrama Haji Donohudan, Kabupaten Boyolali, ini absah. JATMAN merupakan satu-satunya Badan Otonom (Banom) Bidang Thoriqoh.
“Dari segi pelaksanaan, pelantikan yang dihadiri oleh Wamenhan tentunya atas restu Pak Menhan menunjukkan JATMAN memiliki dukungan strategis negara melalui Kemenhan. JATMAN adalah partner strategis dapal rangja menciptakan kehidupan sosial masyarakat, karena mengedepankan spriritualitias,” ujar KH Ali Masykur.
Dari sisi kualitas kehadiran, selain dihadiri pemerintah, seluruh PBNU full supported. “Yang asumsinya kehadiran 600 orang, Insyaallah yang hadir lebih dari 5.000 orang. Ini menunjukkan JATMAN solid dan mempunyai hubungan istikomah tegak lurus dengan PBNU,” ungkapnya.
Mengenai adanya organisasi thoriqoh tandingan, pihaknya menyebut itu hak konstitusional warga untuk berkumpul dan mengeluarkan pendapat. “Negara kita ini demokratis berdasar hukum. Demokrasi memberikan hak kepada seluruh warganya untuk berkumpul. Jika ada organisasi thoriqoh lain, silahkan, itu hak konstitusional. Tapi berdasar hukum, Banom PBNU Bidang Thoriqoh hanya satu, JATMAN,” tegasnya.
Ia mengimbau, seluruh warga NU agar istikomah Banom thoriqoh hanya JATMAN sejak 1957, yang salah satu pendirimya Kiai Nawawi, Berjan. Serta, meminta agar keluarga besar PBNU tidak tolah toleh, tengok kanan kiri. (mrn/sam)










