PURWOREJO, Joglo Jateng – Kepedulian sosial merupakan kegiatan yang dapat berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.
Aksi nyata itu dilakukan oleh seorang pegawai non ASN Bagian Prokopim Setda Kabupaten Purworejo bernama Yan Budi Nugroho.
Yan, yang pernah viral dengan rumusnya sata mengajar matematika ini, memiliki 22 anak asuh yang dia bantu dan bina. 1Mereka tinggal di 6 desa di Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo.
Untuk menjalin keeratan hubungan dengan para anak asuhnya, setiap minggu sekali, pria ramah ini melakukan visit atau kunjungan ke rumah anak-anak tersebut.
“Kegiatan sosial ini awalnya sederhana. Saya hanya peduli dan perhatian kepada salah satu anak murid, sewaktu masih menjadi guru di SDN Tridadi, Kecamatan Loano,” tutur Yan, Selasa (08/07/2025).
Anak muridnya yang bernama Wahyu tersebut, berstatus anak yatim.
“Sewaktu anak murid saya masih balita, saat ibunya menggoreng makanan tangan kanannya tak sengaja masuk ke penggorengan. Akibatnya, tangan kanannya meleleh dan cacat sampai dengan saat ini,” paparnya.
Melihat kondisi bocah itu, Yan menjadi peduli, sering diantar pulang dan ia beri uang saku.
“Nah..dari situlah hati saya krenteg (tergerak), jadi niat untuk membina dan memuliakan anak yatim. Salah satu caranya dengan menjadi jembatan penghubung anak yatim untuk bertemu dengan orang tua asuhnya atau donaturnya,” ceritanya.

Lebih lanjut, Yan Budi mengaku bahwa, kegiatan sosialnya ini telah berjalan kurang lebih 5-6 tahun.
Dari 1 anak yang dibina kemudian bertambah, seiring waktu menjadi 22 anak dengan rentang umur yang berbeda.
Untuk dana yang disalurkan ia mendapatkan hibah dari kakak angkatnya yang setiap bulan selalu mentransfer sejumlah uang untuk disalurkan ke anak-anak yatim binaannya dan juga mulai banyak orang-orang sekitar yang menitipkan sumberdayanya untuk diamanahkan ke anak yatim.
“Jadi saya itu diangkat jadi adik oleh seseorang yang kenal lewat sosmed. Kenal waktu saya viral menjadi guru dengan gaji Rp200. 000, ia menghubungi saya lewat sosmed. Nah.. tanpa sengaja waktu itu cerita kalau saya punya anak yatim binaan, sejak saat itu ia selalu transfer uang rutin setiap bulannya. Saat ini banyak orang di sekitar saya yang ikut memberikan sumber dayanya untuk anak-anak,” ungkapnya.
Ke depannya, sambung dia, kegiatan sosial ini akan terus berjalan dan pada setiap bulan pasti dilaksanakan visit.
Sedangkan donasi yang diterima tidak hanya uang saja tetapi semua kebutuhan hidup untuk anak, misalnya sembako, baju, perlengkapan sekolah bahkan peralatan mandi.
“Umat Islam meyakini bahwa pada 10 Muharram adalah hari lebarannya anak yatim. Oleh hal itu saya yang mendapatkan amanah dari orang banyak untuk menyalurkan 22 paket dalam bentuk beras, minyak, susu, paket makanan kecil, dan uang saku, telah saya serahkan,” pungkasnya. (mrn/rds).










