Dewan Soroti Armada Tua BRT Trans Semarang

Anggota Komisi C DPRD Kota Semarang, Dini Inayati. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

Selain armada, kualitas sumber daya manusia (SDM) pengemudi juga menjadi perhatian dewan. Dini menyebutkan bahwa pihaknya belum bisa menyimpulkan penyebab berbagai insiden kecelakaan yang melibatkan BRT, karena belum memiliki data yang memadai.

“Kami sedang mengidentifikasi prosedur rekrutmen, pelatihan, dan pengawasan terhadap pengemudi,” ujarnya.

Evaluasi terhadap SDM akan mencakup berbagai aspek, mulai dari jam kerja hingga mekanisme pengawasan. “Supir juga manusia, perlu istirahat. Kalau mereka bilang istirahat terlalu singkat, ini harus ditelusuri,” tambahnya.

Rencana evaluasi menyeluruh ini, menurut Dini, tidak semata-mata dilakukan karena insiden kecelakaan belakangan ini. Evaluasi menyeluruh memang telah diagendakan, khususnya oleh Komisi C bersama Dinas Perhubungan.

“Kita tidak perlu defensif. Sistem ini belum sepenuhnya mapan, jadi perlu evaluasi dan perbaikan terus-menerus,” kata Dini.

Ia juga menegaskan bahwa rencana pembelian armada baru bukan merupakan reaksi terhadap kecelakaan, melainkan bagian dari rencana jangka menengah Pemkot.

Pihaknya mengaku banyak menerima keluhan dari masyarakat terkait pelayanan BRT. Meski sebagian besar bersifat parsial dan langsung ditindaklanjuti, keluhan tersebut menjadi dasar penting dalam mendorong perbaikan layanan transportasi publik di Semarang. (luk/gih)