KUDUS, Joglo Jateng – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional, PKK Desa Menawan menggelar pelatihan pembuatan Alat Permainan Edukatif (APE) dari kain perca bekas di Sanggar Abiyoso, Minggu (20/7). Kegiatan ini melibatkan perwakilan dari 34 lembaga PAUD yang ada di desa.
Pelatihan difokuskan pada pemberdayaan pendidik. Selain itu pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi media belajar anak yang edukatif dan bernilai ekonomi.
Kepala Desa Menawan, Tri Lestari menyampaikan, pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen dan cita-cita besar desa. Yakni mendukung kemajuan pendidikan anak usia dini.
“Alhamdulillah ini adalah cita-cita besar untuk memperingati Hari Anak. Kita percepat pelatihannya karena bertepatan dengan hari libur, jadi bisa berkumpul. Sekaligus ini adalah janji saya untuk bekerja sama. Ke depan, kami fasilitasi gedung ini, kami baktikan untuk kecamatan, terutama Himpaudi,” tuturnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara guru, orang tua, dan masyarakat dalam merancang pendidikan anak secara menyeluruh. Keterbatasan fasilitas dan kesibukan para guru maupun orang tua, mendorong pihak desa melibatkan semua pihak.
“Butuh perencanaan yang luas. Semoga anak-anak bisa belajar dengan kondusif dan pelatihan ini berjalan lancar sampai selesai,” tambahnya.

Pelatihan ini terselenggara atas kerja sama antara PKK Desa Menawan, BKB, dan Pokja dua yang berada di bawah binaan TP PKK Desa Menawan. Dalam pelaksanaannya, pelatihan menghadirkan narasumber dari luar yang dikenal sebagai penggerak lingkungan dan pemerhati pendidikan anak.
“Kami melatih para pendidik PAUD membuat APE dari kain perca yakni kain bekas yang biasa digunakan untuk menjahit. Harapannya, ini bisa diterapkan di masing-masing lembaga PAUD untuk pembelajaran anak. Seperti mengenal warna, jumlah, dan bentuk,” jelas Ketua TP PKK Desa Menawan, Setiasih.
Ia menambahkan, kegiatan ini tidak hanya bertujuan edukatif. Tetapi juga ramah lingkungan dan berpotensi menjadi sumber penghasilan tambahan bagi ibu-ibu di desa.
“Harapannya, selain kita gunakan bahan limbah untuk ramah lingkungan. Kita juga bisa memanfaatkan apa yang ada di sekitar. Entah itu dari kain perca, plastik, dan lainnya. Agar bisa berguna untuk kegiatan pembelajaran di lembaga masing-masing,” ujarnya. (uma/fat)










