Dalam setiap pertemuan, Bupati Sam’ani Intakoris juga membuka ruang tanya jawab dengan peserta. Hal ini memberikan kesempatan bagi para kepala desa dan unsur masyarakat desa untuk menyampaikan berbagai permasalahan aktual di wilayah mereka masing-masing.
Beragam isu muncul dalam forum tersebut, mulai dari pengelolaan sampah, persoalan banjir, hingga kebutuhan pembangunan infrastruktur seperti jembatan dan jalan. Bahkan, sejumlah wilayah juga mengeluhkan belum adanya Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri, seperti yang terjadi di Desa Jenjati.
“Forum ini menjadi penting karena tidak hanya menjadi tempat menyampaikan aspirasi, tetapi juga langsung ditindaklanjuti oleh dinas terkait yang turut hadir. Misalnya dari Dinas PUPR bisa langsung menanggapi terkait kondisi jalan dan jembatan di daerah,” terangnya.
Dinas-dinas lain seperti Pertanian, Kesehatan, dan Inspektorat juga turut mendampingi Bupati untuk memberikan penjelasan teknis dan mencatat keluhan serta kebutuhan desa secara langsung. Setiap usulan akan menjadi bahan evaluasi dalam perencanaan pembangunan ke depan.
“Kami dari Dinas PMD mencatat seluruh masukan yang masuk. Harapannya, seluruh permasalahan yang muncul di desa bisa ditindaklanjuti sesuai dengan arahan Bapak Bupati,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, pihaknya berharap mampu mempercepat penyelesaian masalah di tingkat desa, sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektor. Demi terciptanya tata kelola desa yang lebih baik dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. (adm).










