Jepara  

DKK Jepara: Kematian Bayi Usai Imunisasi DPT Murni Kebetulan, Bukan Akibat Vaksin

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit DKK Jepara, Eko Cahyo Puspeno. (LIA BAROKATUS SOLIKAH/JOGLO JATENG)

Selain itu, investigasi juga menyoroti kondisi fisik bayi paska imunisasi, yaitu tidak ditemukan adanya bengkak di area suntikan yang diduga menjadi penyebab infeksi setelah imunisasi.

“Pada hari ke 9 paska imunisasi, ibu bayi mengikuti kelas balita. Tidak ada komunikasi terkait gejala. Di situ juga ada dokumentasi, bayinya tampak sehat,” terangnya.

Pemeriksaan juga dilakukan terhadap balita lain yang juga mengikuti imunisasi pada hari yang sama. Hasilnya, bayi lain tersebut dalam kondisi sehat dan tidak mengalami gejala. Hal ini semakin memperkuat simpulan bahwa kejadian ini murni kebetulan dan tidak berkaitan dengan imunisasi.

Adapun soal bengkak pada suntikan, Eko menyebut, dari pihak dokter klinik yang sempat memeriksa bayi dan RS PKU Muhammadiyah Mayong, tidak ditemukan adanya bengkak.

“Hasil pemeriksaan Pak Fuad dan RS tidak ditemukan adanya bengkak. Imunisasi itu kan reaksinya ringan ya. Bekas suntikan bisa sembuh dengan cepat, seandainya jika ada ya, dan itu wajar terjadi,” ucapnya.

Dinas Kesehatan menegaskan, peristiwa ini bukan kesalahan vaksin maupun kesalahan prosedur. Hasil investigasi ini, lanjutnya, belum diberikan kepada pihak keluarga, karena masih menunggu rekomendasi resmi dari tim ahli.

Eko tidak ingin menyalahkan pihak keluarga dan ingin agar peristiwa ini bisa menjadi pembelajaran bersama. (oka/gih)