JEPARA, Joglo Jateng – Kasus meninggalnya seorang bayi perempuan asal Desa Wanusobo, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, yang meninggal dunia usai 17 hari setelah disuntik imunisasi Difteri, Pertusis, dan Tetanus (DPT) 1 akhirnya mendapat kejelasan.
Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Jepara telah menyelesaikan investigasi dan menyatakan bahwa kematian bayi tidak ada hubungannya dengan vaksin atau proses imunisasi yang diberikan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit DKK Jepara, Eko Cahyo Puspeno menjelaskan, proses investigasi dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pihak masyarakat, posyandu, puskesmas, klinik, hingga Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Mayong yang sempat menangani bayi saat sakit.
Data yang diperoleh dari berbagai pihak tersebut kemudian di analisis oleh Satgas Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Kabupaten Jepara. Dan hasilnya dibahas oleh Komite Daerah (Komda) KIPI Jawa Tengah serta Komnas KIPI.
“Kajian kausalitas hasilnya adalah koinsidensi. Penyebabnya tidak ada hubungan langsung dengan vaksin atau kesalahan prosedur atau reaksi kecemasan,” jelasnya saat dihubungi via telepon, Selasa (28/7).
Berdasarkan hasil investigasi, kata Eko, penyebab kematian lebih mengarah pada penyakit lain yang terjadi secara bersamaan. Yakni dugaan sepsis dan dehidrasi berat (volume depletion).










