Pati  

Penyitaan Penggalangan Donasi Ricuh, Bupati Sudewo Minta Maaf

Bupati Pati Sudewo. (LUTHFI MAJID/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Penyitaan penggalangan donasi untuk demo tolak kenaikan Pajak Bumi Bangunan Perkotaan dan Perdesaan (PBB-P2) sebesar 250 persen di Kabupaten Pati berakhir ricuh. Insiden ini pun menyita perhatian publik.

Bupati Pati, Sudewo pun meminta maaf kepada masyarakat atas kejadian tersebut. Pihaknya mengaku tak bermaksud melakukan penyitaan hasil donasi itu.

“Warga Kabupaten Pati yang saya hormati dan saya banggakan, saya ingin menyampaikan pertama minta maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian kericuhan kemarin. Kemarin itu hanya ingin memindahkan saja tidak ingin merampas,” ucapnya.

Sudewo mengaku tak melarang adanya penggalang donasi dari Masyarakat Pati Bersatu itu. Menurutnya, pihaknya hanya ingin memindahkan barang hasil donasi karena akan diadakan acara peringatan Hari Jadi Pati dan HUT Kemerdekaan RI.

“Kami juga tidak melarang atau mengganggu penggalangan dana, sama sekali tidak. Hanya ingin memindahkan supaya di tempat tersebut tidak mengganggu lintasan kirab boyongan Hari Jadi Kabupaten Pati dan tidak mengganggu acara-acara peringatan 17 Agustus,” terangnya.

Tak hanya itu, Sudewo meminta maaf terhadap pernyataan yang dianggap menantang masyarakat untuk demo. Ia menyebut pihaknya hanya mempersilahkan masyarakat untuk menyampaikan aspirasinya.

“Saya minta maaf atas pernyataan saya yang kesannya menantang. 5 ribu silakan. 50 ribu silahkan. Saya hanya ingin berharap demo itu lancar-lancar saja. Tidak ditumpangi pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab,” imbuhnya.

Sebagai informasi, Satpol PP Pati menyita hasil penggalangan donasi untuk demo penolakan kenaikan PBB P2 pada Selasa (5/8/2025) lalu. Namun masa yang menjaga posko donasi di depan Kantor Bupati Pati menolak penyitaan itu hingga akhirnya terjadi adu mulut hingga ricuh. (lut)