Kendal  

Mahfud Sodiq Kawal Kenaikan PAD Kendal dalam APBD Perubahan 2025

SUASANA: Rapat Paripurna DPRD Kendal dengan agenda penyampaian jawaban Bupati Kendal atas pandangan umum fraksi-fraksi terkait Raperda tentang Perubahan APBD Kabupaten Kendal Tahun Anggaran 2025, Rabu (13/8/2025). (AGUS RIYADI/JOGLO JATENG)

KENDAL, Joglo Jateng – DPRD Kabupaten Kendal menggelar Rapat Paripurna dengan agenda penyampaian jawaban Bupati Kendal atas pandangan umum fraksi-fraksi terkait Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kendal Tahun Anggaran 2025, Rabu (13/8/2025).

Rapat yang berlangsung di ruang sidang DPRD Kendal tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kendal, H. Mahfud Sodiq. Juga turut dihadiri para Wakil Ketua DPRD, jajaran anggota DPRD, Forkopimda, dan pimpinan perangkat daerah.

Dalam kesempatan itu, Mahfud Sodiq menyampaikan apresiasi atas tanggapan Bupati Kendal terhadap pandangan umum fraksi-fraksi. Ia menegaskan, agenda ini menjadi langkah penting dalam menyamakan persepsi antara eksekutif dan legislatif demi kelancaran pembangunan daerah.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati yang telah memberikan tanggapan secara komprehensif atas pandangan fraksi-fraksi. Sesuai agenda yang disepakati Badan Musyawarah (Bamus), rapat paripurna persetujuan bersama APBD Perubahan Tahun 2025 akan digelar pada 25 Agustus mendatang,” ujar Mahfud.

Salah satu poin yang menjadi sorotan positif adalah kenaikan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp69,4 miliar. Target PAD yang semula Rp636,84 miliar pada APBD 2025, direvisi menjadi Rp706,24 miliar dalam APBD Perubahan.

Mahfud menegaskan, kenaikan ini sudah sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan visi misi Bupati Kendal. Menurutnya, hal ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kemandirian fiskal daerah dan mendorong percepatan pembangunan.

Ketua DPRD Kendal, H. Mahfud Sodiq. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

“Kami senang dengan dinaikkannya target penerimaan PAD. Namun, hal ini harus dilaksanakan secara konsisten, rasional, dan tentu saja harus berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Ketua DPRD Kendal juga mengingatkan bahwa tingginya angka kemiskinan dan pengangguran masih menjadi tantangan besar bagi Pemkab Kendal. Oleh karena itu, alokasi anggaran hasil dari peningkatan PAD harus tepat sasaran, terutama untuk program-program yang dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Selain itu, sektor infrastruktur juga menjadi perhatian. Masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Mulai dari perbaikan jalan, peningkatan fasilitas umum hingga pembangunan sarana pendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kita berharap peningkatan PAD dapat menjadi motor penggerak pembangunan. Termasuk mempercepat perbaikan infrastruktur yang menjadi kebutuhan mendesak masyarakat Kendal,” kata Mahfud.

Meski mengapresiasi kenaikan target PAD, Mahfud menekankan perlunya konsistensi dari dinas teknis pengelola pendapatan. Ia menegaskan, kenaikan target tidak boleh sebatas angka di atas kertas. Melainkan harus dibarengi dengan strategi nyata, inovasi, dan kinerja optimal.