REMBANG, Joglo Jateng – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia, SMP 5 Rembang menyelenggarakan rangkaian perlombaan seru dan edukatif pada Jumat (15/8) dan Sabtu (16/8). Kegiatan ini untuk memeriahkan perayaan, dan menjadi wadah penguatan nilai-nilai kebangsaan, gotong royong, dan implementasi jiwa nasionalisme.
Pada hari pertama, Jumat (15/8), para guru mengikuti berbagai lomba seperti estafet sarung, estafet hanger, dan estafet air ke botol di halaman sekolah. Semangat kebersamaan dan kekompakan terlihat dari antusiasme seluruh peserta dan penonton.
Sementara itu, pada Sabtu (16/8), giliran para siswa yang berlaga dalam enam jenis perlombaan unik. Yaitu squid game, balap trenggiling, lompat pocong, lompat lava, meteor darat, dan estafet air. Seluruh kegiatan berlangsung di lapangan utama dan diikuti oleh lebih dari 700 siswa dari 24 kelas.
“Tujuannya bukan sekadar lomba, tetapi juga sebagai pengganti kegiatan belajar mengajar (KBM) yang diisi dengan kegiatan bermuatan edukatif, kokurikuler, kebinekaan, dan gotong royong. Semua itu dibentuk dalam perlombaan yang menyenangkan,” ujar Indri Lestari, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan.

Indri menambahkan, salah satu ide datang dari pengurus OSIS. Hal ini agar semangat antara guru dan siswa bisa seimbang dalam memeriahkan hari kemerdekaan.
“Ini juga menjadi refleksi bidang pendidikan untuk HUT RI ke-80. Artinya, setiap tahun harus terus meningkat. Cinta tanah air, empati, gotong royong. Semua itu bagian dari pembelajaran mendalam yang mencerminkan dimensi profil pelajar Pancasila,” tambahnya.
Kepala SMP 5 Rembang, Menik Mustikatun, turut mengungkapkan harapannya terhadap pendidikan ke depan dalam konteks peringatan HUT RI. Dirinya ingin mengintegrasikan nilai-nilai persatuan dan kesatuan dalam kurikulum. Seperti melalui pembelajaran sejarah perjuangan bangsa dan pentingnya kerja sama tim.
Lebih lanjut, ia menyampaikan perlunya pengembangan kurikulum yang adaptif terhadap kebutuhan zaman. Sebab, ni relevan untuk membangun karakter siswa yang tangguh.
“Pengembangan keterampilan dan karakter siswa adalah kunci agar mereka menjadi warga negara yang produktif dan sejahtera. Integrasi teknologi, inovasi, dan kepemimpinan juga penting, karena kita sedang menyiapkan pemimpin masa depan yang inovatif dan visioner,” tegasnya. (uma/fat)










