JEPARA, Joglo Jateng – Sebanyak 730 peserta dari berbagai jenjang pendidikan ikut ambil bagian dalam ajang ‘Semarak Budaya 2025’ yang digelar Yayasan Pelestari Ukir (Peluk) Jepara di kawasan wisata Pantai Kartini, Sabtu (30/8). Rangkaian kegiatan yang diperlombakan meliputi ukir pelajar, mewarnai motif ukir, hingga cipta karya cendera mata ukir berbahan limbah.
Acara ini digelar dalam rangka memperingati Hari Ukir yang mendapat dukungan dari Kementerian Kebudayaan RI, Yayasan Dharma Bakti Lestari, dan Yayasan Kartini Indonesia.
Suasana semakin meriah dengan penampilan tari Krida Jati karya Sri Murtining Rahayu yang dibawakan siswa SMPN 1 Jepara. Dalam kesempatan itu juga dideklarasikan Paguyuban Pengukir Perempuan R.A. Kartini, yang diikuti puluhan pengukir perempuan sebagai wadah kebersamaan dan pelestarian seni ukir.
Acara turut dihadiri anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Andang Wahyu Triyanto yang juga Ketua Kadin Jepara, Ketua Komisi C DPRD Jepara Nur Hidayat, sejumlah pejabat Pemkab Jepara, pimpinan Bank Jateng, hingga para pelaku usaha furnitur.
Ketua Yayasan Peluk Jepara Hadi Priyanto menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar lomba, tetapi juga bagian dari upaya menjaga tradisi ukir di Jepara, yang menurutnya, jumlah pengukir di Jepara kini hanya sekitar 7 ribu orang.
“Regenerasi pengukir harus terus dijaga. Karena itu, keterlibatan siswa menjadi kunci dalam pelestarian budaya ukir,” ujarnya pada Joglo Jateng, Minggu (31/8).
Hadi berharap, Hari Ukir yang dideklarasikan pada 20 Agustus 2022 dapat diusulkan sebagai Hari Ukir Nasional melalui Kementerian Kebudayaan RI. Menurutnya, seni ukir Jepara yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia, layak mendapat pengakuan lebih luas.
Sementara itu, Wakil Bupati Muhammad Ibnu Hajar menegaskan, pelestarian budaya menjadi bagian penting dalam visi pembangunan daerah. “Kami ingin seni ukir kembali berjaya. Bahkan, kita bersama berharap ukir Jepara bisa diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda dunia,” kata Gus Hajar.
Terdapat beberapa daftar juara lomba dalam kegiatan ini, mulai dari kategori SLTA, kategori mewarnai tingkatan PAUD/RA, kategori ukir SMP/MTs, kategori ukir SD/MI, kategori cipta karya cenderamata ukir lembah, dan karya terbaik. (oka/gih)










