KUDUS, Joglo Jateng – Suasana Desa Loram Kulon, Kecamatan Jati, Kudus pada Minggu (7/9) sore terasa berbeda. Ratusan warga tumpah ruah di jalan desa untuk menyaksikan kirab Ampyang Maulid, tradisi tahunan yang sudah melekat dalam budaya masyarakat Kudus.
Tahun ini, kirab makin meriah dengan keikutsertaan warga RT 1 RW 1 Desa Loram Wetan yang turut berpartisipasi dalam rangkaian acara. Kirab Ampyang Maulid sendiri merupakan agenda budaya dan religi yang rutin digelar untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.
Dalam perayaan ini, warga biasanya membawa gunungan hasil bumi, makanan, hingga ornamen khas Kudus untuk diarak berkeliling desa. Tak hanya itu, berbagai kelompok masyarakat juga menampilkan atraksi seni dan budaya lokal sebagai wujud kebersamaan.
Koordinator lapangan kegiatan, Khudori mengatakan, partisipasi kali ini mengangkat tema Menara Kudus yang dipadukan dengan kisah Sunan Kudus bersama muridnya, Saridin. Melalui teater kolosal yang dimainkan warga, mereka ingin menyampaikan pesan moral tentang pentingnya menjaga persaudaraan dan kerukunan.
”Kita harus saling menghormati. Yang muda menghormati yang tua, yang tua juga menghargai yang muda. Hubungan murid dan guru harus saling menghormati,” ujarnya.
Pertunjukan tersebut menghadirkan sekitar 100 warga, mulai dari ibu-ibu PKK, remaja karang taruna, hingga anak-anak yang aktif mengaji di mushola. Mereka bergotong royong mempersiapkan kostum, properti, hingga ornamen hiasan khas Kudus.
”Rute kirab dimulai dari Lapangan Kongsi, melewati jalan desa, hingga berakhir di kawasan masjid, Loram Kulon,” katanya.










