Demak  

‎‎181 Sekolah di Demak Sandang Predikat Adiwiyata

‎‎SILAHTURAHMI: Saat jajaran karyawan Dinas Lingkungan Hidup Demak datang ke Kementerian untuk membahas program Adiwiyata, Minggu (14/9/25). (ADAM NAUFALDO/JOGLO JATENG)

‎‎DEMAK, Joglo Jateng – Kesadaran sekolah di Kabupaten Demak dalam menerapkan program Adiwiyata terus meningkat. Hingga tahun ini, tercatat 181 sekolah telah meraih predikat Adiwiyata di berbagai tingkatan. Mulai Kabupaten, Provinsi, Nasional, hingga Mandiri.ak

‎‎PLT Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Demak, Sudarwanto menyebutkan rincian capaian tersebut, diantaranya 140 sekolah berpredikat Adiwiyata Kabupaten. Selain itu, 24 sekolah tingkat Provinsi, 13 sekolah Nasional, dan 4 sekolah sudah Mandiri.

‎‎”Ini menunjukkan tren positif. Semangat sekolah-sekolah di Demak untuk peduli lingkungan makin tinggi,” katanya.

‎‎Menurut Sudarwanto, setiap sekolah yang sudah meraih predikat diwajibkan memperbarui statusnya setiap empat tahun. Jika tidak melakukan pembaruan atau peningkatan, maka sekolah bisa turun peringkat.

‎‎”Misalnya sudah Adiwiyata Nasional tapi tidak memperbarui, bisa turun ke tingkat Provinsi. Jadi harus ada peningkatan berkelanjutan, seperti akreditasi,” jelasnya.

‎‎Ia menambahkan, keberhasilan sekolah Adiwiyata juga menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian Adipura. Yakni penghargaan kota bersih tingkat nasional. Semakin banyak sekolah berstatus Adiwiyata, maka peluang daerah meraih Adipura semakin besar.

‎‎Dalam proses penilaian, DLH melibatkan berbagai pihak. Termasuk Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, hingga Kementerian Agama, karena program ini menyentuh aspek kesehatan, sosial, dan pendidikan. Evaluasi dilakukan secara berjenjang sesuai tingkatan predikat.

‎‎”Yang dinilai bukan hanya kepala sekolah atau guru, tetapi semua stakeholder, termasuk siswa, komite, bahkan masyarakat sekitar. Semakin banyak yang terlibat, nilainya semakin tinggi,” terangnya.

‎‎Sekolah berpredikat lebih tinggi juga diharapkan menjadi mentor bagi sekolah lain. Seperti sekolah Mandiri, mereka wajib membina minimal sepuluh sekolah tingkat Kabupaten agar naik jenjang.

‎‎Ke depan, DLH Demak akan mendorong sekolah yang belum masuk Adiwiyata Kabupaten agar segera diverifikasi. “Kami targetkan semua jenjang pendidikan ikut, mulai SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK, hingga MA. Dengan begitu, budaya lingkungan semakin meluas di dunia pendidikan,” pungkasnya. (adm/fat)