BANJARNEGARA, Joglo Jateng – Sekolah Lansia Istiqomah Kampung Prajuritan, Banjarnegara, menyelenggarakan bazar kuliner dan kerajinan tangan di halaman Masjid Al Ikhlas Prajuritan, belum lama ini. Kegiatan ini diikuti oleh 100 peserta lebih dari tiga tingkatan sekolah lansia Istiqomah, yaitu S1, S2, S3 dan yang sudah lulus Central of Excellence (CoE) Bina Keluarga Lansia. Bazar juga menampilkan hasil kerajinan tangan dan kuliner olahan siswa sekolah lansia Istiqomah.
Bazar tersebut diadakan sebagai materi implementasi dimensi vokasional. Ada berbagai macam hasil kerajinan seperti vas, bunga, suvenir, hiasan, serta aneka kuliner sehat seperti lauk pauk, sayuran olahan sendiri, bubur, nasi leye, nasi jagung, kue kering, camilan, ludes terjual. Sehingga memberikan manfaat ekonomi dan kebanggaan bagi peserta yang mengikuti bazar.
Mewakili Ketua PKK Kabupaten Banjarnegara, Sri Rejeki Indarto menyampaikan, pentingnya peran sekolah lansia untuk menjaga kesehatan fisik dan mental. “Ikutlah sekolah lansia agar tidak mudah pikun. Lansia yang aktif dalam kegiatan sehari-hari akan lebih sehat dan bahagia. Ini bermanfaat untuk meningkatkan kualitas hidup, membekali pengetahuan serta keterampilan, misalnya pengolahan sampah organik,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua BKL Istiqomah, Rubiana Islam Kartini menambahkan, sekolah lansia merupakan pendidikan non formal yang dirancang memberikan teori dan praktik seputar tujuh dimensi lansia tangguh, delapan fungsi keluarga, serta perawatan jangka panjang bagi lansia rentan penyakit.
“Kami menggunakan sistem belajar ceramah, diskusi, hingga praktik keterampilan agar para lansia tetap produktif dan mandiri,” jelasnya.
Sedangkan, Kepala Sekolah Lansia Istiqomah, Sri Trisnainingsih mengajak, masyarakat lansia agar bergabung. Menurutnya, sekolah lansia tidak hanya mengajarkan aspek kesehatan fisik, mental dan spiritual. Tetapi juga memberi bekal agar lansia tetap bugar, aktif, produktif, mandiri dan tangguh.
“Dengan begitu, para lansia dapat meningkatkan kualitas hidupnya. Seperti ibadahnya lebih baik, mampu hidup mandiri, serta saling menyalurkan ilmu dan pengalaman kepada sesama lansia dan masyarakat,” ungkap Sri. (abd/sam)










